Apple Setop Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun, Era Desktop Legendaris Berakhir

12 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Maret 31, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Apple Setop Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun, Era Desktop Legendaris Berakhir
Apple Setop Produksi Mac Pro Setelah 20 Tahun, Era Desktop Legendaris Berakhir

PEWARTA.CO.ID — Apple resmi menghentikan produksi Mac Pro, komputer desktop ikonik yang telah eksis selama dua dekade. Produk yang selama ini dikenal sebagai lini flagship Apple itu kini juga sudah tidak lagi tersedia di situs resmi perusahaan.

Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Mac Pro yang pertama kali diperkenalkan pada 2006. Saat itu, perangkat ini hadir sebagai penerus Power Mac G5 dan langsung menjadi andalan bagi kalangan profesional berkat performa tinggi serta desain modularnya.

Awal kemunculan dan kejayaan Mac Pro

Sejak awal kehadirannya, Mac Pro dirancang sebagai desktop berbentuk tower yang fleksibel. Pengguna dapat dengan mudah mengganti berbagai komponen seperti CPU, memori, penyimpanan, hingga kartu ekspansi PCI. Konsep modular ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi kreator dan profesional yang membutuhkan kustomisasi tinggi.

Selama beberapa tahun pertama, desain tersebut relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, memasuki 2012, perangkat ini mulai dianggap tertinggal dibandingkan perkembangan teknologi desktop lainnya.

Kontroversi desain “tempat sampah”

Pada 2013, Apple memperkenalkan desain baru Mac Pro yang cukup mengejutkan. Model ini hadir dengan bentuk silinder yang unik dan kemudian dijuluki sebagai Mac “tempat sampah”.

Berbeda dari generasi sebelumnya, Apple mengorbankan fleksibilitas modular demi desain yang lebih ringkas. Sebagian besar komponen terintegrasi, sehingga pengguna hanya bisa melakukan upgrade pada memori dan penyimpanan.

Sayangnya, pendekatan ini menimbulkan sejumlah masalah, terutama dari sisi pendinginan. Keterbatasan sistem termal membuat Apple kesulitan meningkatkan performa perangkat di masa depan. Pada akhirnya, model ini pun ditinggalkan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pengguna profesional.

Kembali ke akar modular pada 2019

Apple kemudian mencoba memperbaiki kesalahan tersebut lewat peluncuran Mac Pro generasi terbaru pada 2019. Desainnya kembali ke konsep modular seperti generasi awal, memungkinkan pengguna mengganti hampir semua komponen, kecuali prosesor.

Model ini juga menjadi salah satu perangkat terakhir Apple yang masih menggunakan prosesor Intel, sebelum perusahaan beralih ke chip berbasis ARM buatannya sendiri.

Pembaruan terakhir dengan chip M2 Ultra

Pada 2023, Mac Pro mendapatkan pembaruan dengan penggunaan chip M2 Ultra. Ini menjadi tonggak penting sekaligus pembaruan terakhir dalam siklus hidup perangkat tersebut.

Meski tetap mengusung konsep modular, penggunaan chip seri M justru membawa keterbatasan baru. Slot ekspansi PCI tidak lagi sebebas sebelumnya, sehingga mengurangi fleksibilitas yang dulu menjadi keunggulan utama Mac Pro.

Kondisi ini membuat daya tarik Mac Pro semakin menurun, terutama di kalangan pengguna profesional yang membutuhkan kemampuan upgrade luas.

Posisi Mac Pro digantikan Mac Studio

Seiring waktu, Apple mulai mengalihkan fokusnya ke lini produk lain. Mac Pro yang tidak lagi mendapatkan pembaruan akhirnya tergeser oleh Mac Studio, yang kini menjadi desktop paling canggih dalam jajaran Apple.

Menurut laporan jurnalis teknologi Mark Gurman, keputusan untuk menghentikan Mac Pro sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Hal ini dinilai wajar mengingat perannya dalam ekosistem Apple semakin memudar.

Akhir dari filosofi modular Apple

Penghentian produksi Mac Pro juga mencerminkan perubahan besar dalam filosofi desain Apple. Perusahaan kini lebih mengedepankan integrasi perangkat keras dan lunak melalui chip buatannya sendiri, dibandingkan fleksibilitas upgrade seperti di masa lalu.

Dengan demikian, Mac Pro yang identik dengan konsep modular justru menjadi kebalikan dari arah perkembangan produk Apple saat ini. Tidak mengherankan jika perangkat tersebut perlahan ditinggalkan hingga akhirnya resmi dihentikan.

Berakhirnya Mac Pro sekaligus menutup satu bab penting dalam sejarah Apple. Desktop yang pernah menjadi simbol kekuatan dan fleksibilitas ini kini hanya tinggal kenangan di tengah era komputasi yang semakin terintegrasi.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |