Mengapa Kota Lama Semarang Disebut Little Netherland? Ini Jejak Sejarahnya

6 hours ago 8
mengapa kota lama semarang dijuluki little netherland
Ilustrasi Kota Lama Semarang dengan julukan uniknya sebagai 'Little Netherland'. (Dok.PEWARTA/AI)

PEWARTA.CO.ID — Julukan Little Netherland yang melekat pada Kota Lama Semarang bukan semata-mata muncul karena deretan gedung tua bergaya Eropa yang masih berdiri di kawasan tersebut. Sebutan itu berhubungan dengan sejarah Kota Lama Semarang sebagai kawasan permukiman, pertahanan, pemerintahan, sekaligus pusat perdagangan orang Eropa pada masa VOC hingga Hindia Belanda.

Jejaknya masih dapat dibaca dari tata kawasan hingga bangunan yang bertahan sekarang. Kementerian Pariwisata bahkan menyebut banyaknya bangunan bergaya Eropa sebagai alasan Kota Lama kerap dijuluki Little Netherlands, sementara catatan sejarah menunjukkan kawasan tersebut tumbuh dari kota berbenteng di tepi Kali Semarang menjadi pusat perdagangan modern.

Dengan kata lain, sahabat Pewarta yang berjalan menyusuri Jalan Letjen Suprapto dan kawasan sekitarnya sebenarnya sedang memasuki ruang kota yang terbentuk melalui proses selama berabad-abad. Di balik Gereja Blenduk, bangunan perdagangan, jalan-jalan lama, hingga Jembatan Berok tersimpan lapisan sejarah yang menjelaskan mengapa bagian Semarang ini mempunyai karakter berbeda.

Mengapa disebut Little Netherland?

Sebutan Little Netherland merujuk pada kemiripan karakter kawasan dengan kota-kota Eropa, terutama melalui konsentrasi bangunan kolonial dan tata ruang yang berkembang di lingkungan permukiman Eropa. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah menyebut keberadaan puluhan bangunan bergaya arsitektur Eropa sebagai salah satu ciri yang membuat Kota Lama dikenal dengan julukan tersebut.

Karakter arsitekturnya terlihat melalui pilar besar, pintu dan jendela berukuran tinggi, bentuk atap, serta elemen bangunan lain yang membawa pengaruh Eropa. Kawasan ini dahulu juga dikenal sebagai Oudestad, yang secara sederhana merujuk pada kota lama.

Namun, Little Netherland sebaiknya dipahami sebagai julukan, bukan nama administratif ataupun status resmi kawasan. Istilah tersebut membantu menggambarkan kuatnya jejak Belanda yang masih terbaca pada lanskap Kota Lama.

Ada konteks yang lebih dalam daripada sekadar bentuk bangunan. Kajian mengenai pelestarian Kota Lama mencatat permukiman Eropa yang berkembang di sekitar Benteng Vijfhoek dikenal sebagai de Europeesche Buurt, dengan arsitektur dan perencanaan kawasan yang memiliki kemiripan dengan lingkungan perkotaan di Belanda.

Kilas balik Kota Lama Semarang bermula dari benteng VOC

Untuk memahami fakta Kota Lama Semarang tersebut, jejak waktunya perlu ditarik kembali ke abad ke-17. Semarang telah berkembang sebagai kota perdagangan di pesisir utara Jawa sebelum kawasan yang sekarang disebut Kota Lama terbentuk.

Salah satu titik penting terjadi ketika kekuasaan VOC semakin menguat di Semarang pada akhir abad ke-17. Kajian sejarah yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mencatat keberadaan VOC di kota ini telah berlangsung sebelumnya, tetapi pengaruhnya semakin besar setelah perjanjian dengan Amangkurat II.

VOC kemudian mengembangkan benteng di dekat Kali Semarang. Benteng itu dikenal sebagai De Vijfhoek, merujuk pada bentuknya yang memiliki lima sudut atau bastion.

Kali Semarang memiliki arti penting karena menjadi bagian dari jaringan aktivitas kota dan perdagangan. Di sekitar benteng inilah permukiman Eropa berkembang, disusul pembangunan rumah, gereja, kantor, dan fasilitas lainnya.

Jadi, Kota Lama tidak dirancang sejak awal sebagai objek wisata seperti yang dikenal sekarang. Kawasan tersebut lahir dari kepentingan pertahanan, pemerintahan, permukiman, dan perdagangan yang kemudian membentuk sebuah pusat perkotaan.

Dari kota berbenteng menjadi pusat perdagangan

Perubahan besar berikutnya terjadi pada abad ke-19. UNESCO dalam dokumen Tentative List Semarang Old Town mencatat tembok benteng dibongkar pada 1824 dan kawasan bekas kota berbenteng kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan modern.

Revolusi Industri dan semakin terbukanya investasi swasta ikut mendorong perkembangan kawasan. Bangunan kantor, gudang, toko, bank, dan konsulat asing tumbuh untuk menopang aktivitas ekonomi yang semakin sibuk.

Infrastruktur transportasi ikut mengikuti perubahan itu. Kawasan perdagangan terhubung dengan pelabuhan serta jaringan kereta melalui Stasiun Tawang di bagian utara dan Stasiun Jurnatan di bagian selatan.

Fungsi tersebut menjelaskan mengapa arsitektur Kota Lama begitu beragam. Bangunan di sana bukan sekadar rumah kolonial, tetapi merupakan peninggalan sebuah distrik perkotaan yang pernah menjalankan banyak fungsi ekonomi sekaligus.

Ketika perkembangan Semarang kemudian bergerak semakin jauh ke arah selatan, pusat kota lama tersebut berangsur dikenal sebagai Oudestad atau Kota Lama. Identitas itulah yang terus melekat hingga sekarang.

Heerenstraat menjadi poros penting kawasan

Heerenstraat Kota Lama Semarang
Heerenstraat Kota Lama Semarang. (Dok. @Potretlawas)

Salah satu jejak tata kota kolonial yang masih dapat dikenali berada di Jalan Letjen Suprapto. Pada masa kolonial, jalan utama di kawasan benteng tersebut dikenal dengan nama Heerenstraat.

Jalur ini menjadi salah satu poros Kota Lama dan sekarang mempertemukan pengunjung dengan sejumlah bangunan bersejarah. Berjalan di sepanjang koridor tersebut memberikan gambaran bahwa identitas Little Netherland terbentuk bukan oleh satu gedung, melainkan oleh hubungan antara bangunan, jalan, ruang publik, dan struktur kota.

Jembatan Berok juga mempunyai posisi historis dalam lanskap tersebut. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mencatat jembatan itu pernah menjadi penghubung antara kawasan yang dipagari benteng Vijfhoek dengan bagian kota lainnya.

Karena itu, melihat Kota Lama hanya dari Gereja Blenduk belum cukup untuk memahami sejarahnya. Struktur kawasan secara keseluruhan menyimpan petunjuk mengenai cara pusat kolonial tersebut pernah berfungsi.

Gereja Blenduk menjadi salah satu penanda paling mudah dikenali

Di antara berbagai bangunan lama, Gereja Protestan Blenduk menjadi ikon yang paling mudah diasosiasikan dengan Kota Lama. Kementerian Pariwisata mencatat gereja tersebut dibangun pada abad ke-18 dan hingga sekarang masih digunakan sebagai tempat ibadah.

Kubah besarnya membentuk salah satu siluet paling khas di tengah kawasan. Bersama gedung-gedung perdagangan dan bangunan berarsitektur kolonial lainnya, keberadaannya memperkuat karakter visual yang kemudian membuat istilah Little Netherland mudah dipahami wisatawan.

Akan tetapi, nilai kawasan tidak berhenti pada usia atau keindahan sebuah gedung. Yang lebih penting adalah keterhubungan bangunan-bangunan tersebut dengan sejarah Semarang sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan.

UNESCO menggambarkan Semarang Old Town sebagai kawasan yang memperlihatkan perkembangan dari kota berbenteng menuju kota pelabuhan internasional dan kosmopolitan. Bangunannya juga merepresentasikan berbagai periode serta pengaruh arsitektur yang berkembang dari waktu ke waktu.

Kota Lama hanya satu bagian dari sejarah Kota Semarang Lama

Ada perbedaan penting antara istilah Kota Lama yang populer di kalangan wisatawan dan Kawasan Cagar Budaya Kota Semarang Lama dalam konteks pelestarian.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Kawasan Cagar Budaya Kota Semarang Lama sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional pada 2020. Berdasarkan kajian pemerintah, kawasan tersebut mencakup empat situs, yakni Kampung Kauman, Kampung Melayu, Kampung Pecinan, dan Oudestad.

Oudestad merupakan wilayah yang berkaitan erat dengan permukiman Eropa dan kawasan yang sekarang paling sering diasosiasikan masyarakat dengan Kota Lama. Sementara itu, Kauman, Kampung Melayu, dan Pecinan memperlihatkan bahwa sejarah Semarang tidak terbentuk oleh komunitas Eropa saja.

Justru keberadaan berbagai komunitas tersebut memperlihatkan karakter Semarang sebagai kota perdagangan yang kosmopolitan. Pemerintah mencatat persilangan masyarakat Arab, Melayu, Tionghoa, dan Belanda meninggalkan pengaruh pada tata kota, bangunan, serta kebudayaan Semarang.

Konteks ini penting agar istilah Little Netherland tidak membuat sejarah Semarang seolah hanya berkisah tentang Belanda. Julukan tersebut terutama menggambarkan karakter salah satu bagian kawasan bersejarah, sedangkan perjalanan Kota Semarang Lama jauh lebih majemuk.

Little Netherland bukan berarti Warisan Dunia UNESCO

Fakta Kota Lama Semarang lain yang perlu ditempatkan secara tepat berkaitan dengan UNESCO. Kota Lama memang tercatat di situs resmi UNESCO, tetapi statusnya adalah Tentative List atau Daftar Sementara Warisan Dunia, bukan situs Warisan Dunia UNESCO yang telah ditetapkan.

Semarang Old Town diajukan Indonesia ke Tentative List pada 30 Januari 2015 dalam kategori budaya dengan kriteria (ii) dan (iv). Hingga informasi pada laman UNESCO yang diakses pada September 2026, status tersebut masih tercantum sebagai Tentative List.

Perbedaan status itu penting karena masuk Tentative List merupakan tahap berbeda dari inskripsi resmi ke World Heritage List. Sementara pada tingkat nasional, status kawasan cagar budaya Kota Semarang Lama telah ditetapkan pemerintah sejak 2020.

Membaca Kota Lama sebagai lapisan sejarah Semarang

Kota Lama yang sekarang dipenuhi wisatawan, galeri, kafe, ruang publik, dan aktivitas kreatif telah mengalami perubahan fungsi yang panjang. Bangunan yang dahulu berkaitan dengan perdagangan atau aktivitas kolonial kini banyak yang memperoleh kehidupan baru tanpa menghilangkan karakter historis kawasan secara keseluruhan.

Itulah yang membuat jejak sejarah Kota Lama Semarang masih dapat dirasakan secara langsung. Pengunjung tidak menghadapi kumpulan bangunan yang dipindahkan ke sebuah kompleks museum, melainkan sebuah lingkungan perkotaan lama yang terus menjadi bagian dari Semarang modern.

Julukan Little Netherland akhirnya menjadi pintu masuk yang mudah untuk mengenali kawasan tersebut, tetapi sejarah di baliknya jauh lebih luas. Dari Benteng De Vijfhoek, permukiman Eropa, Heerenstraat, perdagangan dan jaringan transportasi hingga perjumpaan berbagai komunitas, Kota Lama menyimpan cerita tentang bagaimana Semarang tumbuh sebagai salah satu kota penting di pesisir utara Jawa.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |