KBRI Tokyo salurkan bantuan bagi WNI terdampak Gempa Kumamoto dan mengimbau tetap waspada karena gempa susulan masih terjadi.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Agustus 03, 2026
![]() |
| KBRI Tokyo menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada WNI terdampak Gempa Kumamoto di Jepang dan terus memantau kondisi pascabencana. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa bumi di Prefektur Kumamoto, Jepang. Bantuan diberikan kepada WNI yang berada di Kota Uki dan Kota Uto melalui Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo.
Bantuan yang disalurkan mencakup air minum, beras, mi instan, hingga obat-obatan yang saat ini sulit diperoleh akibat terganggunya distribusi di wilayah terdampak bencana.
Penyaluran bantuan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara KBRI Tokyo dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto dan Fumaku.
Informasi itu disampaikan KBRI Tokyo melalui siaran pers yang diterima RRI pada Senin (3/8/2026). Sejak gempa pertama mengguncang Kumamoto, KBRI Tokyo terus melakukan pendataan sekaligus berkoordinasi dengan komunitas Indonesia di wilayah tersebut untuk memastikan kondisi para WNI.
KBRI terus pantau kebutuhan WNI
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan pihaknya terus memonitor situasi serta kebutuhan WNI yang terdampak. Gempa pertama terjadi pada 28 Juli 2026 dan hingga kini masih diikuti gempa susulan.
"Sejak awal kejadian Gempa Kumamoto pada 28 Juli 2026, KBRI Tokyo terus melakukan koordinasi dengan simpul-simpul masyarakat di Kumamoto. Tim Tanggap Darurat KBRI Tokyo akan terus bergerak ke beberapa titik wilayah terdampak gempa untuk langsung memberi bantuan kepada WNI yang membutuhkan. Kami meminta kepada WNI agar tetap waspada mengingat gempa susulan hingga kini masih terus berlangsung. Ikuti terus arahan dari otoritas setempat," kata Kartini.
Distribusi logistik belum sepenuhnya pulih
KBRI Tokyo menyebut aktivitas masyarakat di Prefektur Kumamoto mulai kembali berlangsung setelah gempa terjadi. Meski demikian, pemulihan distribusi logistik, layanan fasilitas publik, serta pasokan kebutuhan pokok masih belum berjalan sepenuhnya.
Akibat kondisi tersebut, pembelian sejumlah barang kebutuhan sehari-hari masih diberlakukan pembatasan. Situasi itu juga memengaruhi ketersediaan berbagai kebutuhan masyarakat di kawasan yang terdampak gempa.
KBRI dan KJRI Osaka terus berkoordinasi
KBRI Tokyo bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka akan terus memantau perkembangan situasi di Jepang, khususnya di wilayah yang terdampak gempa.
Kedua perwakilan Indonesia tersebut juga terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang serta komunitas WNI setempat guna memastikan kebutuhan warga negara Indonesia tetap terpenuhi selama proses penanganan dampak gempa masih berlangsung.



















































