Bansos pangan Agustus 2026 cair untuk 37.338 penerima di Alor, NTT. Bantuan beras disalurkan di tengah keluhan harga beras mahal.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Agustus 09, 2026
![]() |
| Bansos pangan Agustus 2026 disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Alor untuk memastikan akses pangan tetap terjaga. (Dok. Kementan RI) |
PEWARTA.CO.ID — Bansos pangan Agustus 2026 mulai disalurkan pemerintah di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), di tengah keluhan masyarakat mengenai harga beras yang mahal. Program tersebut mencakup bantuan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Alor menjadi sasaran penyaluran bantuan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan.
Penyaluran juga menjangkau sejumlah desa di Alor. Di antaranya Desa Fuisama dengan 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP, serta Desa Lembur Barat yang tercatat memiliki 222 PBP penerima.
Pemerintah pastikan bantuan pangan menjangkau wilayah kepulauan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berupaya memastikan bantuan pangan dapat diterima masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan masyarakat di daerah kepulauan maupun wilayah pelosok kehilangan akses terhadap bantuan yang menjadi hak mereka.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok," kata Amran dikutip Minggu (9/8/2026).
Amran menjelaskan, penyaluran bantuan pangan menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menilai kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog memiliki peran penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan efektif.
Sinergi tersebut dibutuhkan agar bantuan yang diberikan dapat diterima penerima secara tepat sasaran dan sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu. Karena itu, pemerintah bersama Bulog akan terus bekerja memastikan kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi,” tegasnya.
Bantuan tiga bulan disalurkan sekaligus
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kehadiran pemerintah bersama Bulog di Alor menjadi bagian dari upaya memperluas akses pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak sekadar berkaitan dengan distribusi beras, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, distribusi pangan di Indonesia memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis negara yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan.
Oleh sebab itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan berbagai pihak terkait diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan kendala geografis.
“Bagi Bulog, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tegas Rizal.



















































