Redaksi Pewarta.co.id
Senin, April 27, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia, Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon |
PEWARTA.CO.ID — Kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan terakhir bagi prajurit TNI, Kopral Dua (Kopda) Rico Pramudia, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Prosesi tersebut berlangsung di Beirut dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara.
Dalam sambutannya, Abagnara menyampaikan rasa hormat mendalam atas pengabdian yang telah diberikan almarhum selama bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di kawasan ini. Di sini, di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya. Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini,” ujar Abagnara, dikutip dari laman resmi UNIFIL, Senin (27/4/2026).
DIBERITAKAN SEBELUMNYA!
Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, Indonesia Kutuk Serangan Israel dan Desak Investigasi PBB
Komitmen melanjutkan misi perdamaian
Abagnara menegaskan bahwa dedikasi dan semangat yang ditunjukkan Kopda Rico akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh pasukan perdamaian dalam menjalankan tugas mereka ke depan.
“Sebagai sesama pasukan perdamaian, kita akan terus melanjutkan misi ini. Kita akan tetap teguh, bersatu, dan waspada. Inilah cara kami menghormatimu. Kamu akan selalu kami kenang dalam setiap langkah, komitmen, dan panggilan tugas kami,” tambahnya.
Pihak UNIFIL juga mengungkapkan bahwa almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih kecil. Rico diketahui baru menjalani penugasan di Lebanon sejak April tahun lalu, yang juga menjadi pengalaman misi luar negeri pertamanya.
MASIH TERKAIT!
Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon, PBB Desak Israel Hentikan Serangan UNIFIL
Dihadiri pejabat Indonesia dan Lebanon
Upacara penghormatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan serta Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, dan perwakilan kontingen Indonesia di UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.
Kronologi gugurnya Kopda Rico
Kopda Rico Pramudia (31) dinyatakan gugur setelah mengalami luka serius akibat ledakan artileri dari tank Israel di sekitar Kota Adchit Al Qusayr. Ia sempat mendapatkan perawatan intensif selama hampir satu bulan di salah satu rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kepergian Rico menambah daftar panjang prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di wilayah Lebanon selatan. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat empat prajurit Indonesia telah kehilangan nyawa saat menjalankan tugas tersebut.
Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri pada 29 Maret, dalam peristiwa yang sama yang menyebabkan Rico terluka. Sehari setelahnya, tepatnya pada 30 Maret, dua prajurit lainnya yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur saat konvoi yang mereka kawal menjadi sasaran serangan.
Eskalasi konflik meningkat
Serangkaian insiden yang terjadi pada 29–30 Maret hingga 3 April itu juga mengakibatkan tujuh prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Tidak hanya Indonesia, Prancis juga kehilangan dua personelnya yang bertugas dalam misi UNIFIL.
Meningkatnya eskalasi ketegangan di Lebanon selatan semakin terasa setelah patroli pasukan perdamaian diserang pada 18 April lalu, menambah daftar panjang korban di tengah konflik yang belum mereda.



















































