Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, April 28, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Tim SAR Hentikan Pencarian Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Usai 12 Jam Evakuasi |
PEWARTA.CO.ID — Operasi pencarian korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur resmi dihentikan pada Selasa, 28 April 2026.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Menurut Syafii, seluruh rangkaian operasi SAR telah dinyatakan selesai sejak pukul 08.00 WIB. Tim gabungan yang sebelumnya dikerahkan dalam proses pencarian dan evakuasi juga telah ditarik kembali ke satuan masing-masing.
“Dan tadi pagi tepat pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan selesai dan kita kembalikan ke unit masing-masing,” kata Syafii saat diwawancarai di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026).
Proses evakuasi berlangsung 12 jam
Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung selama kurang lebih 12 jam sejak insiden terjadi pada Senin malam pukul 19.57 WIB.
Dalam kurun waktu tersebut, tim SAR melakukan upaya intensif untuk menemukan dan mengevakuasi seluruh korban di lokasi kejadian.
Syafii menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru, terutama karena terdapat korban yang memerlukan penanganan khusus. Kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa lokomotif KA Argo Bromo Anggrek tidak langsung dipindahkan dari posisi tabrakan dengan rangkaian KRL.
Lima korban terjepit dievakuasi dengan metode khusus
Dalam proses evakuasi, petugas menemukan sejumlah korban yang berada dalam kondisi terjepit di antara badan kereta. Situasi tersebut mengharuskan tim SAR melakukan teknik ekstrikasi atau evakuasi khusus dengan perhitungan matang agar tidak menimbulkan risiko tambahan.
“Kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Ada beberapa korban yang memang harus kita lakukan tindakan secara terukur karena membutuhkan penanganan khusus. Saya sampaikan bahwa pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikasi,” tutur Syafii.
Dipastikan tidak ada korban tertinggal
Dengan berakhirnya operasi SAR, Basarnas memastikan bahwa tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kecelakaan. Seluruh area telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim gabungan.
Meski demikian, Syafii menegaskan bahwa jika dalam proses pembersihan bangkai kereta nantinya masih ditemukan korban, maka prosedur evakuasi tetap akan dilakukan sesuai standar yang berlaku.
“Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan lagi (di lokasi),” pungkasnya.



















































