Stok Pangan RI Diklaim Aman 11 Bulan Meski Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Mentan Amran Buka Data Mengejutkan

18 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Maret 06, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Stok Pangan RI Diklaim Aman 11 Bulan Meski Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Mentan Amran Buka Data Mengejutkan
Stok Pangan RI Diklaim Aman 11 Bulan Meski Perang AS–Israel vs Iran Memanas, Mentan Amran Buka Data Mengejutkan

PEWARTA.CO.ID — Pemerintah memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap stabil meskipun situasi geopolitik global sedang memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan pangan Indonesia dalam kondisi aman. Pemerintah telah melakukan perhitungan menyeluruh terhadap kekuatan stok pangan nasional dengan mempertimbangkan dinamika global serta potensi gangguan iklim.

Menurutnya, hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa cadangan pangan nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang.

"Alhamdulillah setelah kami menghitung kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia," ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).

Cadangan pangan diperkirakan cukup hingga 324 hari

Amran memaparkan bahwa cadangan pangan nasional diperkirakan mampu bertahan hingga sekitar 324 hari atau hampir 11 bulan ke depan.

Cadangan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari stok pemerintah hingga potensi produksi yang masih berada di lahan pertanian.

Ia menjelaskan bahwa stok beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton. Selain itu, terdapat pula cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) yang jumlahnya diperkirakan melebihi 12 juta ton.

Tak hanya itu, potensi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan atau dikenal sebagai standing crop juga menjadi bagian dari kekuatan cadangan pangan nasional. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 11 juta ton.

Dengan berbagai sumber tersebut, pemerintah menilai ketersediaan pangan nasional masih berada dalam kondisi yang cukup aman.

Produksi pangan nasional masih melampaui kebutuhan

Di sisi lain, Amran menyebut produksi pangan nasional terus berjalan setiap bulan. Hal ini turut memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pertanian, produksi pangan nasional berada pada kisaran 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton per bulan.

Angka tersebut dinilai masih lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional yang rata-rata berada di sekitar 2,5 juta ton per bulan.

Dengan kondisi produksi yang relatif stabil tersebut, pemerintah optimistis pasokan pangan dalam negeri dapat terus terjaga.

"Jadi insya Allah pangan aman," tegas Amran.

Pemerintah antisipasi geopolitik dan ancaman El Nino

Selain memantau perkembangan geopolitik dunia, pemerintah juga sedang mengantisipasi potensi gangguan iklim yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Amran menyebut fenomena El Niño diperkirakan mulai terasa pada April mendatang. Fenomena ini biasanya memicu kondisi kekeringan yang dapat memengaruhi produksi pertanian.

Meski begitu, ia menilai potensi dampak El Nino tahun ini tidak akan sekuat yang pernah terjadi pada 2023 lalu.

Saat itu, pemerintah sempat mempertimbangkan impor beras hingga 10 juta ton untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri. Namun pada akhirnya kebutuhan impor dapat ditekan hingga sekitar 3 juta ton.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan saat ini, Amran meyakini Indonesia mampu menghadapi potensi dampak iklim maupun gejolak geopolitik global.

"Tidak usah risau dengan El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Lebih lemah. Tidak sekuat dari sebelumnya. Insya Allah kita bisa hadapi padahal kita belum siap waktu itu. Sekarang persiapan ini dengan hubungannya geopolitik selesai. Karena pangan kita aman," pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |