Serangan AS–Israel ke Iran Guncang IHSG, 675 Saham Tersungkur

17 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Maret 02, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Serangan AS–Israel ke Iran Guncang IHSG, 675 Saham Tersungkur
Serangan AS–Israel ke Iran Guncang IHSG, 675 Saham Tersungkur

PEWARTA.CO.ID — Gejolak politik global kembali mengguncang pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026), menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pada sesi pembukaan, IHSG langsung tergelincir ke zona merah dan parkir di level 8.092. Tekanan jual masih mendominasi hingga pukul 10.00 WIB, dengan indeks bergerak dalam rentang 8.039 sebagai level terendah dan 8.133 sebagai level tertinggi.

Data perdagangan menunjukkan tekanan cukup luas di hampir seluruh sektor. Sebanyak 675 saham tercatat turun, sementara hanya 103 saham yang berhasil menguat dan 180 saham lainnya tidak mengalami perubahan berarti.

BEI minta investor tetap tenang dan rasional

Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan terhadap situasi geopolitik yang berkembang.

“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami mengimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor,” ujar Hendrik dalam pernyataan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis fundamental perusahaan di tengah ketidakpastian global, sehingga keputusan investasi tidak semata-mata didorong sentimen jangka pendek.

Nilai transaksi tembus Rp12,21 triliun

Berdasarkan catatan BEI, volume perdagangan mencapai 22,71 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,21 triliun. Aktivitas tersebut terjadi dalam 1,56 juta kali transaksi hingga pertengahan sesi pagi.

Tekanan tidak hanya terjadi pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah, namun juga menghantam saham-saham unggulan. Indeks LQ45 terkoreksi 1,36 persen, diikuti IDX30 yang turun 1,44 persen. Sementara itu, indeks saham small and medium cap IDXSMC-COM melemah paling dalam, yakni 2,11 persen.

Pelemahan indeks-indeks tematik ini mencerminkan tekanan yang merata di berbagai lini kapitalisasi pasar.

Sentimen global picu kepanikan pasar

Merosotnya IHSG tidak terlepas dari sentimen global yang memburuk akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah beredar laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut dan menyebut serangan itu sebagai aksi “Amerika–Israel”. Otoritas setempat menyatakan detail lanjutan akan diumumkan kemudian.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya pemimpin tersebut. Situasi ini semakin memperbesar ketidakpastian global dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi dampak lanjutan, termasuk risiko gangguan pasokan energi dan stabilitas ekonomi kawasan.

Pasar berpotensi bergerak fluktuatif

Analis menilai, selama ketegangan geopolitik belum mereda, pergerakan pasar berpotensi tetap volatil. Investor cenderung mengambil langkah defensif sambil menunggu kejelasan perkembangan situasi internasional.

Meski demikian, otoritas bursa menegaskan bahwa fundamental ekonomi domestik tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pasar jangka menengah hingga panjang.

Dengan tekanan yang terjadi pada 675 saham di awal perdagangan, pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi di tengah dinamika global yang belum stabil.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |