Polres Jaksel Skema Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Lewat Operasi Ketupat Jaya

17 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Februari 26, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Polres Jaksel Skema Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Lewat Operasi Ketupat Jaya
Ilustrasi. Mudik Lebaran

PEWARTA.CO.ID — Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) mulai mematangkan strategi pengamanan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah.

Skema pengamanan itu akan dikemas dalam Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar sebagai operasi kemanusiaan dengan fokus pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Putu Yuni Setiawan, menegaskan bahwa momentum Idul Fitri selalu menjadi agenda nasional yang berdampak besar terhadap mobilitas warga, khususnya di wilayah Jakarta Selatan.

"Sebentar lagi kita akan memasuki agenda besar Idul Fitri yang berdampak langsung di wilayah kita, yaitu arus mudik dan sebaliknya. Kami sampaikan kepada masyarakat, Operasi Ketupat Jaya 2026 sebagai operasi kemanusiaan. Fokus utamanya adalah keselamatan, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Putu Yuni Setiawan, Kamis (26/2/2026).

Pemetaan titik rawan jadi prioritas

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat Jaya 2026 akan diawali dengan pemetaan sejumlah titik rawan. Kepolisian akan mengidentifikasi potensi kemacetan, lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, hingga wilayah yang berisiko terhadap tindak kriminalitas.

Langkah ini dilakukan berbasis data serta mempertimbangkan dinamika lapangan yang berkembang setiap tahunnya. Dengan pemetaan tersebut, aparat dapat menempatkan personel secara lebih efektif dan responsif terhadap situasi yang mungkin muncul selama periode mudik dan arus balik.

Penguatan pos pengamanan dan pelayanan

Selain pemetaan, penguatan pos pengamanan (pospam), pos pelayanan (posyan), dan pos terpadu juga menjadi fokus utama. Pos-pos tersebut akan disiagakan di jalur utama, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, rest area, hingga pusat-pusat keramaian.

"Kedua, penguatan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur utama, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, rest area, serta pusat-pusat keramaian," tuturnya.

Keberadaan pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi pusat layanan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Rekayasa lalu lintas bersifat situasional

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, kepolisian juga menyiapkan skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pola ini akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Ketiga, kata dia, pengaturan arus dapat berupa pengalihan jalur, pembatasan kendaraan tertentu pada waktu-waktu khusus, hingga penerapan sistem contraflow dan one way apabila diperlukan. Kebijakan tersebut akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral dan lintas instansi agar berjalan efektif dan terintegrasi.

"Ketiga, pengaturan dan rekayasa lalu lintas secara situasional, meliputi pengalihan arus, pembatasan kendaraan tertentu pada waktu tertentu, hingga contraflow dan one way bila dibutuhkan dengan koordinasi lintas sektoral dan lintas instansi," tuturnya.

Informasi real-time untuk pemudik

Kepolisian juga menyiapkan sistem penyampaian informasi secara real-time kepada masyarakat. Informasi akan disalurkan melalui Traffic Management Center (TMC), Command Center, serta kanal-kanal resmi yang dapat diakses publik.

"Keempat, informasi real-time melalui TMC, Command Center, dan kanal-kanal resmi agar masyarakat bisa merencanakan perjalanannya dengan aman dan nyaman," tuturnya.

Dengan dukungan informasi terkini, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan mudik secara lebih matang, menghindari titik kepadatan, dan memilih waktu tempuh yang lebih efektif.

Patroli permukiman dan pusat aktivitas

Tak hanya fokus pada jalur mudik, Polres Metro Jakarta Selatan juga menyiapkan patroli di kawasan permukiman. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal saat banyak rumah ditinggalkan pemiliknya.

Selain itu, pengamanan juga diperketat di pusat-pusat aktivitas masyarakat yang diperkirakan mengalami peningkatan keramaian menjelang dan saat Lebaran.

Kelima, tambahnya, patroli dan pengamanan permukiman serta pusat aktivitas menjadi perhatian serius karena di satu sisi banyak rumah kosong, sementara di sisi lain mobilitas dan keramaian meningkat signifikan.

Polisi pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mematuhi aturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, Operasi Ketupat Jaya 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |