Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Mei 22, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Penjualan Daihatsu Tembus 46.953 Unit hingga April 2026, Kuasai Segmen LCGC dan Mobil Komersial |
PEWARTA.CO.ID — Penjualan mobil Daihatsu di pasar otomotif nasional menunjukkan performa positif sepanjang Januari hingga April 2026. Berdasarkan catatan penjualan ritel atau distribusi dari diler ke konsumen, Daihatsu berhasil membukukan penjualan sebanyak 46.953 unit.
Capaian tersebut membuat Daihatsu tetap bertahan sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia pada periode empat bulan pertama tahun ini.
Di saat yang sama, industri otomotif nasional juga mengalami pertumbuhan. Penjualan ritel kendaraan secara nasional hingga April 2026 mencapai sekitar 287 ribu unit atau meningkat sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 268 ribu unit.
Dari total penjualan tersebut, Daihatsu menguasai pangsa pasar sebesar 16,3 persen.
Dominasi Daihatsu di segmen LCGC dan SUV medium
Kontribusi besar Daihatsu datang dari sejumlah model andalannya di segmen kendaraan penumpang. Mobil LCGC seperti Sigra dan Ayla menjadi tulang punggung penjualan dengan perolehan market share mencapai 36,8 persen.
Sementara itu, Terios juga tampil kuat di pasar SUV medium dengan harga hingga Rp300 juta. Model ini berhasil mencatatkan market share sebesar 30,4 persen.
Hasil tersebut menempatkan Daihatsu sebagai merek nomor dua terlaris di segmen LCGC maupun SUV medium pada rentang harga tersebut.
Gran Max masih jadi andalan kendaraan komersial
Pada pasar kendaraan komersial, Gran Max Series tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan Daihatsu. Mobil niaga ini berhasil menguasai 63,3 persen market share di segmen entry commercial.
Tidak hanya itu, Daihatsu juga mencatatkan performa dominan pada kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta. Pada kategori tersebut, Daihatsu meraih market share sebesar 32 persen.
Sedangkan untuk kendaraan berbasis ICE (Internal Combustion Engine) di rentang harga yang sama, pangsa pasar Daihatsu mencapai 38 persen.
Penjualan kuat di luar Jabodetabek
Kinerja penjualan Daihatsu juga ditopang oleh jangkauan pasar yang luas hingga ke wilayah rural dan remote area di Indonesia.
Penjualan Daihatsu di wilayah pedesaan dan daerah terpencil tercatat mencapai 46 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pasar nasional yang berada di level 33 persen.
Selain itu, penjualan Daihatsu di luar wilayah Jabodetabek mencapai 81 persen, melampaui rata-rata pasar nasional sebesar 67 persen.
Daihatsu juga masih menempati posisi kedua penjualan kendaraan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga kawasan Indonesia Bagian Timur (IBT).
“Daihatsu bersyukur terus konsisten dapat mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah kondisi pasar yang dinamis. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, baik untuk kebutuhan keluarga, mobilitas harian, maupun aktivitas usaha,” ujar Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, di Tangerang, dikutip Kamis (21/5/2026).
Didukung jaringan purnajual yang luas
Untuk mendukung layanan kepada pelanggan, Daihatsu saat ini memiliki jaringan purnajual yang tersebar luas di Indonesia.
Tercatat, Daihatsu didukung lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS, serta 3.320 part shop yang tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten.
Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian dari komitmen Daihatsu dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.



















































