Mahasiswa KKN UNS Edukasi Penanggulangan Bencana Alam Berkolaborai dengan DESTANA Desa Bangsring

7 hours ago 6

Mahasiswa KKN UNS menggelar kegiatan edukatif di Desa Bangsring, Kec. Wongsorejo, Kab. Banyuwangi, terkait penanggulangan bencana alam.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Rabu, Agustus 19, 2026

Mahasiswa KKN UNS Edukasi Penanggulangan Bencana Alam Berkolaborai dengan DESTANA Desa Bangsring

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengakhiri rangkaian program kerjanya dengan menggelar kegiatan edukasi penanggulangan bencana alam di MI Nurul Karim, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Program edukasi mitigasi ini dilaksanakan melalui kolaborasi sinergis bersama para relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Bangsring.

Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta budaya tanggap bencana sejak dini bagi para siswa sekolah dasar. Secara geografis, Desa Bangsring terletak di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut. Kondisi ini menjadikan pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana—khususnya ancaman gempa bumi dan potensi tsunami—sebagai hal yang sangat krusial untuk ditanamkan kepada generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, Sheva Ilham Kusumo sebagai penanggung jawab kegiatan dari mahasiswa Fakultas Keolahragaan UNS  bersama tim Destana Bangsring memberikan materi interaktif mengenai jenis-jenis potensi bencana alam di sekitar wilayah setempat, seperti gempa bumi dan tsunami. Para siswa diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri sederhana melalui metode simulasi langsung, mulai dari tindakan penyelematan saat gempa terjadi hingga jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman.

Tidak hanya sekadar teori, para siswa diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri praktis melalui metode simulasi langsung. Saat simulasi gempa berlangsung, para siswa dilatih untuk melakukan tindakan drop, cover, and hold on(merunduk, berlindung di bawah meja, dan berpegangan) untuk melindungi kepala serta tubuh mereka dari ancaman reruntuhan. Setelah itu, siswa dipandu menyusuri jalur evakuasi menuju titik kumpul (assembly point) yang aman di area terbuka.

"Melalui pendekatan yang aktif dan simulasi secara langsung, siswa-siswi MI Nurul Karim menjadi lebih mudah memahami tindakan konkret apa saja yang harus dilakukan saat terjadi situasi darurat. Pengetahuan mitigasi ini diharapkan tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar menjadi bekal keselamatan mereka, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah," ujar Sheva.

Pihak sekolah MI Nurul Karim beserta pengurus DESTANA Bangsring memberikan apresiasi dan menyambut sangat positif inisiatif ini. Kepala sekolah menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat penting agar anak-anak tidak panik ketika menghadapi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, relawan lokal, dan lembaga pendidikan ini, diharapkan dapat terbentuk budaya sadar bencana yang kuat sejak usia dini sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat Desa Bangsring dalam mewujudkan kawasan yang tangguh bencana secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |