Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Forum Etika AI Global UNESCO, Bahas Tata Kelola hingga Risiko Bias

6 hours ago 7

Arab Saudi menjadi tuan rumah Forum Etika AI Global UNESCO pada September, membahas tata kelola, bias, keamanan, dan penggunaan AI bertanggung jawab.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Selasa, Agustus 18, 2026

Arab Saudi tuan rumah forum global UNESCO tentang etika AI
Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Forum Global UNESCO tentang Etika Kecerdasan Buatan pada September 2026. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Forum Global UNESCO tentang Etika Kecerdasan Buatan edisi keempat pada 14-17 September 2026. Forum ini akan mempertemukan pembuat kebijakan, pejabat teknologi, perusahaan global, dan organisasi internasional untuk membahas tata kelola serta penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Penyelenggaraan forum tersebut menjadi bagian dari upaya UNESCO dan mitra internasional untuk mendorong penerapan rekomendasi mengenai etika kecerdasan buatan sekaligus memperkuat tata kelola teknologi yang berkembang pesat.

Arab Saudi dipilih sebagai lokasi forum yang akan berlangsung selama empat hari. Penyelenggaraan dilakukan melalui kemitraan dengan Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA) serta Pusat Internasional untuk Penelitian dan Etika Kecerdasan Buatan (ICAIRE) di bawah naungan UNESCO.

Koordinasi kegiatan juga melibatkan Komite Nasional Saudi untuk Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains, demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi, SPA.

Agenda forum etika AI global

Forum tersebut akan dihadiri para menteri yang menangani teknologi dan kecerdasan buatan dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Selain itu, pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan internasional dan perwakilan organisasi internasional juga dijadwalkan hadir.

Sejumlah isu utama akan menjadi pembahasan, mulai dari etika dan tata kelola AI, pengembangan kapasitas, inovasi yang bertanggung jawab hingga kebijakan internasional.

Forum juga akan menghadirkan sesi tingkat tinggi dan lokakarya khusus yang mempertemukan pakar serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas inisiatif dan pengalaman terkini dalam pengembangan serta penggunaan AI.

Pendaftaran untuk menghadiri forum tersebut telah dibuka melalui laman resmi registrasi ICAIRE.

Risiko AI menjadi perhatian global

Penguatan etika AI didorong oleh semakin besarnya peran teknologi tersebut sekaligus kekhawatiran terhadap dampaknya. Para pemimpin dunia melihat AI memiliki potensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tetapi penggunaannya tetap menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu ditangani.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah bias dalam sistem AI yang berpotensi memicu diskriminasi dan memperlebar kesenjangan. Aspek keamanan, martabat manusia serta perlindungan hak asasi manusia juga menjadi bagian penting dalam pembahasan etika AI.

Kerangka tersebut merujuk pada Rekomendasi UNESCO tentang Etika Kecerdasan Buatan yang diadopsi negara-negara anggota pada 2021. Rekomendasi itu menjadi salah satu pijakan dalam mendorong penggunaan teknologi AI yang lebih bertanggung jawab.

Melalui forum di Arab Saudi, UNESCO dan para mitranya diharapkan dapat memperkuat pembahasan mengenai kebijakan lintas negara. Salah satu tujuannya adalah mendorong distribusi manfaat AI yang lebih adil dan bertanggung jawab sekaligus menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Pembahasan tersebut juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memastikan perkembangan AI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |