Pesan broadcast kuota gratis 81 GB HUT ke-81 RI kembali beredar. Waspadai link palsu yang dapat mengarah pada pencurian data pribadi dan penipuan.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Selasa, Agustus 18, 2026
![]() |
| Pesan berantai yang menawarkan kuota internet gratis kembali beredar saat HUT ke-81 RI. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Tawaran kuota internet gratis hingga 81 GB kembali beredar menjelang dan saat peringatan HUT ke-81 RI 2026. Pesan yang menyebar melalui WhatsApp dan media sosial tersebut patut diwaspadai karena menggunakan tautan yang tidak jelas dan berpotensi menjadi modus phishing.
Pesan itu dibuat seolah-olah merupakan program resmi untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Penerima kemudian diarahkan membuka tautan tertentu dengan iming-iming mendapatkan kuota puluhan gigabita secara cuma-cuma.
Pola serupa sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya juga beredar klaim kuota gratis 50 GB dalam rangka HUT ke-80 RI yang disebut diberikan tanpa syarat, tanpa login, dan tanpa survei untuk seluruh pengguna operator seluler di Indonesia.
“Kuota 50GB Gratis Spesial Menyambut 17 Agustus! 50GB tanpa syarat, tanpa login, tanpa survey, untuk semua operator,” demikian narasi yang beredar dalam pesan tersebut.
Modus kuota gratis kembali muncul
Pada HUT ke-81 RI, pesan dengan pola yang sama kembali muncul menggunakan klaim “Kuota Gratis 81GB Spesial HUT RI ke-81”. Pesan tersebut bahkan dibuat seolah-olah pengirim telah berhasil memperoleh kuota sehingga penerima terdorong untuk ikut mengecek.
Ada pula pesan lain yang menawarkan kuota gratis sebesar 60 GB. Pola penyebarannya sama, yakni menggunakan pengalaman seolah-olah sudah mendapatkan kuota untuk meyakinkan penerima agar membuka tautan.
Masalahnya, tautan dalam pesan berantai semacam itu belum tentu mengarah ke situs resmi operator telekomunikasi. Pengguna dapat diarahkan ke situs pihak ketiga yang kemudian meminta data pribadi atau tindakan tertentu.
Data pribadi bisa menjadi sasaran
Phishing merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai pihak terpercaya untuk memperoleh data atau akses milik korban. Dalam kasus tawaran kuota gratis, pelaku dapat menggunakan iming-iming hadiah atau bonus internet sebagai pintu masuk.
Alurnya dapat dimulai ketika seseorang menerima pesan bahwa nomor teleponnya mendapatkan kuota gratis 81 GB. Setelah tautan dibuka, korban dapat diarahkan ke halaman yang meminta nomor HP, email, kata sandi, atau informasi lainnya.
Data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk mengambil alih akun maupun menjalankan penipuan. Dalam modus tertentu, korban juga dapat diarahkan ke halaman pembayaran atau diminta memberikan kode OTP dan PIN yang bersifat sensitif.
Phishing tidak selalu langsung meminta uang dari korban. Pencurian data dapat menjadi tahap awal sebelum pelaku melakukan tindakan lain yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Jangan sembarang membuka link promo
Masyarakat disarankan memastikan terlebih dahulu setiap informasi mengenai promo kuota melalui situs resmi operator seluler atau kanal resmi pemerintah. Penawaran yang hanya beredar melalui pesan berantai tidak seharusnya langsung dianggap sebagai program resmi.
Nomor identitas, kata sandi, PIN, kode OTP, informasi rekening, dan data pribadi lainnya juga tidak boleh dimasukkan ke situs yang sumbernya tidak jelas.
Pesan semacam itu sebaiknya tidak langsung diteruskan ke keluarga atau grup WhatsApp sebelum kebenarannya dipastikan. Kewaspadaan terhadap tautan yang menawarkan kuota maupun hadiah gratis menjadi langkah penting untuk menghindari pencurian data dan potensi kerugian finansial.



















































