Karhutla Kalimantan Meluas, BNPB Siagakan 30 Helikopter dan Intensifkan Modifikasi Cuaca

20 hours ago 17

Karhutla Kalimantan meluas, BNPB siagakan 30 helikopter dan intensifkan modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman di wilayah terdampak.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Senin, Agustus 24, 2026

bnpb siagakan helikopter untuk penanganan karhutla kalimantan
BNPB memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan melalui operasi udara dan modifikasi cuaca. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan setelah peningkatan titik panas dan sebaran asap dalam sepekan terakhir.

Penguatan dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penambahan armada udara, serta peningkatan dukungan personel dan peralatan pemadaman di darat. BNPB menyiagakan 30 helikopter untuk mendukung water bombing dan patroli udara di wilayah Kalimantan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan OMC kembali dilakukan secara intensif dengan mempertimbangkan ketersediaan awan. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan bantuan untuk proses pemadaman.

"OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia," ujar Suharyanto, Minggu (23/8/2026).

"Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan," lanjutnya.

Karhutla meningkat di tiga provinsi

Aktivitas karhutla disebut meningkat terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Minimnya curah hujan alami selama hampir sepekan terakhir turut memperbesar potensi kebakaran dan membuat asap bertahan di sejumlah wilayah.

Karakter lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla di Kalimantan. Permukaan yang tampak sudah padam belum tentu menunjukkan bara di bawah tanah telah benar-benar mati.

"Kondisi Karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut," ujar Suharyanto.

"Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati. Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut dan memadamkan bara yang masih tersimpan," lanjutnya.

Berdasarkan evaluasi teknis dan ketersediaan awan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Minggu (23/8), penyemaian awan menggunakan garam dapat kembali dilakukan secara intensif di Kalimantan.

BNPB tambah armada dan peralatan

Selain OMC, BNPB menyiagakan 30 helikopter di Kalimantan untuk mendukung operasi water bombing dan patroli udara. Sebanyak 22 helikopter lainnya disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Sumatera.

Jumlah armada tersebut masih dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan, arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, serta hasil koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

Penguatan juga dilakukan pada satgas darat melalui tambahan peralatan, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan pompa air bertekanan tinggi atau high-pressure pump. Peralatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman di darat.

Pemerintah juga mengalokasikan dukungan mobil tangki air hingga 100 unit untuk setiap provinsi sesuai kebutuhan. Armada ini akan membantu distribusi air untuk operasi pemadaman di kabupaten dan kota yang terdampak karhutla.

Suharyanto mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap penanganan karhutla di Kalimantan. Setelah meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemenuhan kebutuhan operasional dan percepatan penanganan di lapangan.

"Presiden memberikan perhatian penuh dan menginstruksikan agar kebutuhan operasional di lapangan dipenuhi. Jadi bukan hanya pemadaman dari udara, tetapi juga penguatan satgas darat, peralatan, pompa, mobil tangki, dan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat pengendalian Karhutla," pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |