Iran Klaim Ada 560 Korban Usai Serang Pangkalan AS, Beda dengan yang Disebutkan Washington

16 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Maret 02, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Iran Klaim Ada 560 Korban Usai Serang Pangkalan AS, Beda dengan yang Disebutkan Washington
Iran Klaim Ada 560 Korban Usai Serang Pangkalan AS, Beda dengan yang Disebutkan Washington

PEWARTA.CO.ID — Iran mengklaim serangan yang dilancarkan ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah telah menimbulkan lebih dari 560 korban jiwa dan luka-luka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), namun angka itu berbeda jauh dengan keterangan resmi militer AS yang menyebut jumlah korban jauh lebih kecil.

Dalam laporan yang dikutip kantor berita Tasnim pada Sabtu (28/2/2026), IRGC sebelumnya menyatakan bahwa sedikitnya 200 personel militer AS tewas dalam gelombang awal serangan rudal yang menyasar berbagai instalasi militer Amerika di Timur Tengah.

“Akibat serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika, setidaknya 200 personel militer AS tewas dan terluka,” lapor kantor berita Tasnim pada Sabtu (28/2/2026), mengutip pernyataan dari IRGC.

Namun dalam pembaruan terbarunya, IRGC menyebut total korban akibat rangkaian serangan tersebut telah mencapai sedikitnya 560 orang, baik tewas maupun terluka.

Tidak dijelaskan secara rinci apakah seluruh korban yang dimaksud berasal dari kalangan militer AS atau termasuk unsur lainnya.

Klaim pangkalan lumpuh dan rusak parah

Selain menyebut angka korban yang besar, IRGC juga mengklaim bahwa serangan drone dan rudal Iran berhasil melumpuhkan sepenuhnya sebuah pangkalan militer AS di Kuwait. Beberapa instalasi lain disebut mengalami kerusakan signifikan.

Salah satu target yang diklaim terdampak berat adalah pangkalan angkatan laut AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain. Serangan drone disebut menyebabkan “kerusakan parah” terhadap fasilitas tersebut.

Situasi di kawasan Teluk pun dilaporkan memanas setelah sejumlah pangkalan dan aset militer AS menjadi sasaran rentetan rudal dalam beberapa hari terakhir.

Versi militer AS: Tiga tewas, lima luka parah

Berbeda dengan klaim Iran, militer AS melalui pernyataan resminya pada Minggu (1/3/2026) menyampaikan jumlah korban yang jauh lebih kecil. Washington menyebut tiga personel militer tewas dan lima lainnya mengalami luka parah akibat serangan tersebut.

Menurut sumber yang mengetahui situasi itu, tiga korban tewas merupakan tentara Angkatan Darat AS yang ditempatkan di Kuwait sebagai bagian dari unit yang bertugas mengawasi logistik dan perbekalan.

Meski demikian, keterangan resmi dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) tidak merinci secara spesifik waktu maupun lokasi pasti insiden yang menyebabkan jatuhnya korban tersebut.

Perbedaan angka korban antara kedua pihak memperlihatkan kontras tajam dalam narasi yang dibangun masing-masing negara terkait dampak serangan ini.

Ancaman operasi lebih intensif

Di tengah eskalasi yang terjadi, Garda Revolusi Iran juga melontarkan ancaman untuk melancarkan “operasi ofensif paling intensif” yang pernah dilakukan. Target yang disebutkan mencakup instalasi militer milik Israel dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut muncul setelah serangan pada Sabtu yang menandai peningkatan ketegangan secara signifikan di kawasan. Sejak saat itu, sejumlah pangkalan dan aset militer AS di wilayah Teluk dilaporkan terus menjadi sasaran serangan rudal.

Eskalasi ini menambah ketidakpastian situasi keamanan regional, sementara klaim dan bantahan dari kedua pihak masih terus bergulir tanpa adanya verifikasi independen mengenai jumlah pasti korban maupun tingkat kerusakan yang terjadi.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |