Iran Bantah Serang UEA, Tegaskan Tak Ada Operasi Drone dan Rudal

1 day ago 17

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Mei 06, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Iran Bantah Serang UEA, Tegaskan Tak Ada Operasi Drone dan Rudal
Iran Bantah Serang UEA, Tegaskan Tak Ada Operasi Drone dan Rudal

PEWARTA.CO.ID — Militer Iran membantah tuduhan yang menyebut negaranya telah melancarkan serangan terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir. Bantahan tersebut muncul setelah UEA menuding Teheran berada di balik serangan drone dan rudal yang mengincar fasilitas minyak di wilayahnya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (5/5/2026), Markas Pusat Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak melakukan operasi militer apa pun terhadap UEA.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak melancarkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap Uni Emirat Arab dalam beberapa hari terakhir," kata Markas Pusat Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir AFP.

Pihak militer Iran juga menekankan bahwa apabila memang ada operasi militer yang dilakukan, pemerintah akan mengumumkannya secara terbuka.

"Jika tindakan seperti itu telah dilakukan, kami akan mengumumkannya dengan tegas dan jelas," tambahnya.

Iran kemudian menolak seluruh tuduhan yang disampaikan otoritas UEA dan menyebut klaim tersebut tidak memiliki dasar.

"Oleh karena itu, laporan Kementerian Pertahanan negara tersebut (UEA) dibantah dengan tegas dan sama sekali tidak berdasar," demikian isi pernyataan tersebut.

UEA klaim berhasil cegat rudal dan drone

Di sisi lain, pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya kembali aktif menghadapi ancaman rudal dan pesawat tanpa awak yang disebut datang dari arah Iran. Insiden itu diklaim terjadi selama dua hari berturut-turut.

Kementerian Pertahanan UEA melalui pernyataan di platform X menyebut pasukannya berhasil mencegat ancaman udara tersebut di tengah situasi kawasan yang masih memanas pascagencatan senjata rapuh di Timur Tengah.

"Sistem pertahanan udara UEA secara aktif terlibat dalam pertempuran melawan ancaman rudal dan UAV," kata Kementerian Pertahanan UEA dalam sebuah pernyataan di platform X, seraya menambahkan bahwa ancaman tersebut "berasal dari Iran".

Sebelumnya pada Senin (4/5/2026), UEA juga menuduh Iran melakukan serangan baru yang menargetkan beberapa wilayah strategis, termasuk fasilitas energi di Emirat Fujairah. Abu Dhabi menyebut serangan tersebut sebagai bentuk “eskalasi berbahaya” di kawasan.

Iran beri peringatan kepada UEA

Meski membantah terlibat dalam serangan, Iran tetap memberikan peringatan keras kepada UEA. Teheran menegaskan akan memberikan respons tegas jika wilayah UEA digunakan sebagai basis peluncuran serangan terhadap Iran.

Seorang pejabat militer Iran sebelumnya mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menyerang fasilitas minyak yang dituduhkan oleh UEA.

"Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud".

Dalam konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah belakangan ini, Iran disebut lebih sering menargetkan wilayah UEA dibanding negara lain. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menyasar aset militer Amerika Serikat, infrastruktur energi, fasilitas sipil, hingga bangunan penting lainnya.

Pernyataan terbaru militer Iran juga memuat pesan tegas kepada pemerintah UEA terkait keberadaan Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.

"Negara Anda, sebagai tanah Islam, tidak boleh menjadi tempat perlindungan bagi Amerika dan Zionis, baik untuk pasukan maupun peralatan militer mereka."

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |