![]() |
| Hari Perempuan Internasional 2026 Bertema 'Give To Gain', Ini Makna, Sejarah, Lengkap Cara Merayakannya |
PEWARTA.CO.ID — Hari Perempuan Internasional kembali diperingati pada 8 Maret 2026. Tahun ini menjadi momen penting karena menandai perayaan ke-115 sejak pertama kali diperingati pada awal abad ke-20.
Peringatan global ini bukan sekadar seremoni tahunan. Hari Perempuan Internasional menjadi simbol perjuangan panjang dalam memperjuangkan kesetaraan hak, keadilan sosial, serta pengakuan terhadap kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Mengutip laman International Women's Day, peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat dunia untuk menghargai peran perempuan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kesempatan yang setara bagi mereka.
Setiap tahunnya, Hari Perempuan Internasional selalu diiringi dengan tema khusus yang membawa pesan dan semangat perjuangan berbeda. Tema tersebut diharapkan mampu menginspirasi aksi nyata demi mendorong perubahan positif bagi perempuan di seluruh dunia.
Lalu, apa tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan apa makna di baliknya?
Apa itu Hari Perempuan Internasional?
Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) merupakan peringatan global yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret.
Momentum ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih terus berlangsung dan membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
Selain sebagai simbol penghargaan terhadap perempuan, Hari Perempuan Internasional juga menjadi ruang untuk menyuarakan berbagai isu penting yang dihadapi perempuan di seluruh dunia. Mulai dari kesenjangan upah, kekerasan berbasis gender, akses pendidikan, hingga partisipasi perempuan dalam dunia politik dan pengambilan keputusan.
Karena itulah, setiap tahun peringatan ini selalu membawa pesan sosial yang kuat melalui tema yang berbeda-beda.
Tema Hari Perempuan Internasional 2026
Pada tahun 2026, tema yang diusung dalam peringatan Hari Perempuan Internasional adalah “Give To Gain”, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Memberi untuk Mendapatkan.”
Tema ini mengandung pesan sederhana namun memiliki makna mendalam. Konsepnya menekankan bahwa ketika seseorang memberikan dukungan, perhatian, maupun kesempatan kepada perempuan, maka dampak positifnya juga akan kembali kepada masyarakat secara luas.
Melalui tema ini, masyarakat dunia diajak untuk menjadikan Hari Perempuan Internasional sebagai momentum besar yang melibatkan lebih banyak partisipasi publik.
Semakin banyak individu, komunitas, hingga lembaga yang berkontribusi dalam perayaan ini, diharapkan semakin besar pula kepedulian terhadap isu-isu perempuan.
Makna dan pesan penting Hari Perempuan Internasional 2026
Tema Give To Gain menekankan pentingnya solidaritas global serta aksi nyata dalam memperjuangkan hak perempuan.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu hari saja. Sebaliknya, upaya menciptakan kesetaraan dan keadilan gender membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh masyarakat.
Makna lain dari tema tersebut adalah bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil. Memberikan dukungan, kesempatan, serta perlindungan kepada perempuan dapat menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi kehidupan sosial.
Selain itu, Hari Perempuan Internasional juga mengingatkan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi, komunitas, maupun individu, untuk mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan layak bagi perempuan.
Sejarah singkat Hari Perempuan Internasional
Perjuangan perempuan untuk memperoleh hak-haknya telah berlangsung sejak awal abad ke-20, ketika industrialisasi berkembang pesat di berbagai negara.
Saat itu, banyak perempuan bekerja di sektor industri dengan kondisi kerja yang berat dan upah yang tidak setara dengan laki-laki.
Mengutip laman International Women's Day dan United Nations, pada tahun 1908 sekitar 15.000 perempuan melakukan aksi demonstrasi di New York, Amerika Serikat. Mereka menuntut pengurangan jam kerja, peningkatan upah, serta hak suara dalam politik.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1910, Konferensi Internasional Perempuan Pekerja diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark. Dalam konferensi tersebut muncul gagasan untuk menetapkan satu hari khusus yang diperingati secara global sebagai Hari Perempuan.
Usulan tersebut kemudian diwujudkan pada tahun 1911, ketika beberapa negara seperti Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss mulai merayakan Hari Perempuan pada 19 Maret.
Perjalanan sejarah berlanjut pada tahun 1917 ketika perempuan di Rusia melakukan aksi mogok yang dikenal dengan slogan “Bread and Peace.” Gerakan ini menuntut diakhirinya perang serta perbaikan kondisi hidup.
Aksi tersebut kemudian mendorong pemerintah Rusia memberikan hak pilih kepada perempuan. Peristiwa inilah yang akhirnya menjadi salah satu dasar penetapan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional.
Tonggak penting lainnya terjadi pada tahun 1975 ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui dan memperingati Hari Perempuan Internasional.
Sejak tahun 1996, PBB juga mulai menetapkan tema tahunan untuk memperkuat pesan dan fokus peringatan tersebut.
Hingga kini, Hari Perempuan Internasional terus dirayakan di berbagai negara dengan cara yang beragam, namun tetap memiliki tujuan yang sama: memperjuangkan keadilan dan kesetaraan bagi perempuan di seluruh dunia.
Cara merayakan Hari Perempuan Internasional
Di berbagai belahan dunia, Hari Perempuan Internasional diperingati melalui beragam kegiatan yang bersifat sosial, edukatif, hingga gerakan solidaritas.
Mengutip laman University of Colorado Denver, berikut beberapa cara yang sering dilakukan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional.
1. Mengikuti aksi damai dan pawai solidaritas
Di sejumlah negara, terutama di kawasan Amerika Latin dan Afrika, Hari Perempuan Internasional sering diperingati dengan aksi damai dan pawai solidaritas di jalanan.
Ribuan perempuan turun ke jalan membawa poster, spanduk, serta menyampaikan orasi yang menuntut penghentian kekerasan terhadap perempuan, kesetaraan hak, dan keadilan sosial.
Aksi ini bukan hanya bentuk perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menekan pemerintah dan lembaga terkait agar mengambil langkah nyata dalam melindungi hak perempuan.
2. Menggelar diskusi, seminar, dan forum edukasi
Banyak organisasi, komunitas, hingga perguruan tinggi memanfaatkan momentum ini dengan mengadakan diskusi publik, seminar, maupun forum edukasi.
Topik yang dibahas biasanya berkaitan dengan hak reproduksi perempuan, keterlibatan perempuan dalam politik, hingga isu kekerasan seksual.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperluas pemahaman tentang berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.
3. Mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan
Di kawasan Asia Tenggara, peringatan Hari Perempuan Internasional sering diisi dengan kegiatan yang mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan.
Beberapa contoh kegiatan yang dilakukan antara lain bazar produk UMKM perempuan, pelatihan kewirausahaan, hingga seminar literasi keuangan.
Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha.
4. Kampanye dukungan di media sosial
Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi salah satu sarana efektif untuk merayakan Hari Perempuan Internasional.
Banyak individu maupun organisasi yang membuat kampanye daring untuk menyuarakan pentingnya perlindungan hak perempuan.
Melalui unggahan, video, maupun tagar khusus, pesan tentang kesetaraan gender dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
5. Memberikan apresiasi kepada perempuan di sekitar
Cara paling sederhana namun bermakna untuk merayakan Hari Perempuan Internasional adalah dengan memberikan apresiasi kepada perempuan di sekitar.
Ucapan terima kasih, dukungan moral, maupun penghargaan kepada ibu, saudara perempuan, rekan kerja, hingga sahabat perempuan dapat menjadi bentuk penghormatan yang berarti.
Langkah kecil seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling menghargai serta memperkuat dukungan terhadap perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Perempuan Internasional 2026 bertema Give To Gain dapat dijadikan sebuah pengingat penting, bahwa kepedulian dan dukungan terhadap perempuan adalah investasi sosial yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.



















































