Google Hadirkan Lyria-3 di Gemini, Pengguna Bisa Ciptakan Lagu Gratis Berdurasi 30 Detik

13 hours ago 12

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Februari 20, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Google Hadirkan Lyria-3 di Gemini, Pengguna Bisa Ciptakan Lagu Gratis Berdurasi 30 Detik
Google Hadirkan Lyria-3 di Gemini, Pengguna Bisa Ciptakan Lagu Gratis Berdurasi 30 Detik

PEWARTA.CO.ID — Google kembali memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan dengan meluncurkan model AI terbaru bernama Lyria-3 ke dalam platform Gemini.

Inovasi ini menghadirkan kemampuan baru yang cukup mencuri perhatian, yakni membuat lagu berdurasi sekitar 30 detik hanya melalui perintah teks.

Langkah ini menandai ekspansi serius Google dalam mengembangkan fitur AI kreatif yang bisa langsung dimanfaatkan pengguna.

Jika sebelumnya Gemini lebih dikenal sebagai platform yang fokus pada teks dan gambar, kini kemampuannya diperluas hingga ranah audio, khususnya pembuatan musik generatif.

Lyria-3 sendiri merupakan pengembangan terbaru dari lini model AI generatif Google yang difokuskan untuk produksi konten suara. Integrasi ini menjadikan Gemini sebagai platform yang semakin multifungsi, tidak hanya membantu menulis atau menghasilkan visual, tetapi juga menyusun komposisi musik pendek secara otomatis.

MASIH TERKAIT!

Google Gemini AI Kini Bisa Bikin Lagu Sendiri, Cukup Tulis Prompt atau Unggah Foto untuk Ciptakan Karya Musik

Buat lagu 30 detik

Dengan hadirnya Lyria-3, pengguna dapat membuat klip musik pendek serupa jingle, hanya dengan memasukkan deskripsi sederhana. Sistem akan menerjemahkan prompt teks tersebut menjadi komposisi audio sesuai instruksi yang diberikan.

Pengguna bisa menentukan berbagai elemen musik, mulai dari genre, suasana, tempo, hingga instrumen yang ingin ditonjolkan. Misalnya, ketika seseorang mengetikkan perintah seperti “musik elektronik energik dengan nuansa chillwave 30 detik” atau “ritme jazz santai dengan melodi piano”, sistem akan memproses deskripsi tersebut dan menghasilkan audio sesuai karakter yang diminta.

Kemampuan ini menunjukkan bahwa Gemini kini tidak lagi terbatas pada produksi teks atau gambar, tetapi juga mampu merambah produksi audio kreatif dalam format ringkas.

Strategi integrasi AI yang lebih luas

Peluncuran Lyria-3 ke dalam Gemini disebut sebagai bagian dari strategi Google untuk membangun ekosistem AI yang lebih terintegrasi. Dengan menggabungkan berbagai model generatif dalam satu platform, Google ingin memberikan pengalaman yang lebih praktis dan efisien bagi pengguna.

Alih-alih harus menggunakan aplikasi tambahan untuk membuat musik berbasis AI, pengguna kini cukup memanfaatkan antarmuka Gemini. Seluruh proses dapat dilakukan dalam satu ekosistem yang sama, sehingga lebih mudah diakses dan digunakan.

Pendekatan ini juga mencerminkan arah pengembangan AI yang semakin mengedepankan kemudahan penggunaan (user-friendly). Pengguna tidak perlu memiliki latar belakang produksi musik atau keahlian teknis tertentu untuk bisa menghasilkan karya audio sederhana.

Cara kerja Lyria-3 di Gemini

Secara teknis, mekanisme kerja Lyria-3 cukup intuitif. Pengguna hanya perlu menuliskan prompt yang menjelaskan karakter musik yang diinginkan.

Sistem kemudian akan menganalisis detail dalam teks tersebut dan mengonversinya menjadi komposisi audio berdurasi kurang lebih 30 detik.

Deskripsi bisa mencakup gaya musik, mood, tempo, serta instrumen utama. Semakin spesifik instruksi yang diberikan, semakin detail pula hasil audio yang dihasilkan oleh sistem.

Durasi 30 detik dipilih sebagai format yang ringkas namun cukup untuk menggambarkan ide musikal tertentu. Format ini juga relevan untuk kebutuhan konten digital masa kini, seperti latar video pendek, media sosial, hingga materi promosi.

Memperluas kreativitas pengguna

Kehadiran Lyria-3 di Gemini membuka peluang baru bagi kreator konten, pemasar digital, maupun pengguna umum yang ingin bereksperimen dengan musik berbasis AI. Dengan hanya bermodal teks, ide musikal bisa langsung diwujudkan dalam bentuk audio tanpa proses produksi yang rumit.

Integrasi ini memperlihatkan bagaimana teknologi AI semakin mampu menjembatani ide kreatif dengan realisasi praktis. Google melalui Gemini tampaknya ingin memastikan bahwa kreativitas tidak lagi dibatasi oleh keterampilan teknis, melainkan cukup dengan deskripsi imajinatif yang jelas.

Dengan kemampuan baru ini, Gemini tidak sekadar menjadi asisten berbasis teks, melainkan berkembang menjadi platform kreatif multi-format yang mencakup tulisan, visual, hingga audio dalam satu ekosistem terpadu.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |