60 jemaah haji masih dirawat di Arab Saudi saat operasional haji 2026 ditutup, Menhaj ungkap kondisi terbaru dan sebaran perawatan di sejumlah kota.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Juli 02, 2026
![]() |
| 60 Jemaah Haji Masih Dirawat di Arab Saudi saat Operasional Haji 2026 Ditutup |
PEWARTA.CO.ID — Penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi memasuki tahap akhir operasional. Namun hingga penutupan tersebut, masih terdapat puluhan jemaah haji Indonesia yang harus menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan mengungkapkan bahwa total ada 60 jemaah yang masih dirawat di berbagai rumah sakit di tiga kota berbeda di Arab Saudi.
Sebaran jemaah yang masih dirawat
Dalam keterangannya saat menutup Operasional Haji 2026 di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (1/7/2026), Gus Irfan merinci kondisi para jemaah yang masih menjalani perawatan.
Ia menyebut, jemaah yang sakit tersebar di beberapa wilayah layanan kesehatan.
Sebanyak 7 jemaah dirawat di Jeddah, kemudian 31 jemaah menjalani perawatan di Madinah, sementara 22 jemaah lainnya dirawat di Makkah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah meski fase operasional haji secara resmi telah dinyatakan berakhir.
Tim pemantauan tetap disiagakan
Meski operasional haji 2026 sudah ditutup, Kementerian Haji dan Umrah tetap tidak sepenuhnya menarik seluruh petugas dari Arab Saudi.
Pemerintah masih menempatkan tim khusus untuk memantau kondisi kesehatan para jemaah yang sedang dirawat di rumah sakit.
Selain itu, komunikasi dengan keluarga jemaah di Indonesia juga tetap dilakukan secara berkala untuk memberikan pembaruan kondisi terbaru.
“Kami akan selalu komunikasi dengan keluarga, karena kami masih meninggalkan beberapa tim untuk selalu memantau perkembangan kesehatan mereka di sana,” ujar Gus Irfan.
Penutupan operasional ditandai kedatangan kloter terakhir
Berakhirnya rangkaian operasional Haji 2026 ditandai dengan tibanya Kloter 43 asal Ujung Pandang di tanah air.
Kepulangan kloter terakhir ini menjadi penanda resmi bahwa seluruh rangkaian keberangkatan dan pemulangan jemaah telah selesai dilaksanakan.
Secara keseluruhan, Kemenhaj mencatat sebanyak 202.636 jemaah haji reguler telah diberangkatkan melalui 527 kloter dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia.
Sementara itu, untuk kategori haji khusus, terdapat 16.585 jemaah serta 1.016 petugas haji khusus yang ikut melaksanakan ibadah pada tahun ini.
Data jemaah wafat dan pendampingan asuransi
Dalam laporan yang sama, Gus Irfan juga menyampaikan bahwa terdapat 367 jemaah haji serta 1 petugas yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji 2026.
Meski demikian, angka tersebut disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan bahwa keluarga jemaah yang meninggal dunia akan mendapatkan pendampingan dalam proses klaim asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, meski operasional haji telah resmi ditutup, sejumlah layanan pemantauan dan pendampingan masih terus berjalan hingga seluruh jemaah benar-benar kembali dalam kondisi aman atau tertangani secara tuntas.



















































