'Surat Wasiat' Jeffrey Epstein Diduga Ditemukan Rekan Satu Sel

1 day ago 17

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 02, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

'Surat Wasiat' Jeffrey Epstein Diduga Ditemukan Rekan Satu Sel
Jeffrey Epstein

PEWARTA.CO.ID — Sebuah surat yang diduga merupakan “surat wasiat” milik terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein disebut tersimpan secara tersegel di gedung pengadilan federal New York selama bertahun-tahun dan tidak pernah diakses para penyelidik.

Informasi tersebut diungkap dalam laporan The New York Times sebagaimana dikutip dari RT, Minggu (2/5/2026).

Surat itu diklaim pertama kali ditemukan oleh Nicholas Tartaglione, mantan polisi yang pernah menjadi teman satu sel Epstein di Metropolitan Correctional Center pada Juli 2019. Saat itu, Epstein ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan kain melilit di lehernya.

Epstein sempat bertahan hidup dari insiden tersebut. Namun, pada 10 Agustus 2019, ia ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanannya. Pihak berwenang menyatakan Epstein bunuh diri menggunakan seprai tempat tidur.

Meski demikian, kematian Epstein hingga kini masih memicu berbagai spekulasi. Salah satu teori yang terus berkembang menyebut adanya kemungkinan ia dibunuh untuk menutupi keterlibatan sejumlah tokoh berpengaruh.

Menurut pengakuan Tartaglione, surat tersebut ditulis di atas secarik kertas kuning yang dirobek dari buku catatan. Catatan itu disebut disembunyikan di dalam novel grafis yang kerap dibaca Epstein selama berada di penjara.

Dalam isi surat tersebut, Epstein dikabarkan menuliskan bahwa para penyelidik “tidak menemukan apa pun” terkait dirinya meski telah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan.

Catatan itu juga disebut diakhiri dengan kalimat: “Apa yang kau ingin aku lakukan, menangis tersedu-sedu? Saatnya mengucapkan selamat tinggal.”

Tartaglione mengaku telah menyerahkan dokumen tersebut kepada pengacaranya. Ia menilai surat itu bisa menjadi bukti penting, termasuk untuk membantah pernyataan Epstein sebelumnya yang menyebut dirinya sempat diserang oleh teman satu sel.

Berdasarkan laporan tersebut, surat itu kemudian disegel oleh hakim federal sebagai bagian dari proses hukum Tartaglione. Hingga kini, dokumen tersebut masih tersimpan di gedung pengadilan federal New York.

Karena statusnya tersegel, para penyelidik yang menangani kasus kematian Epstein disebut tidak pernah memiliki akses terhadap surat tersebut.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman Amerika Serikat bahkan mengonfirmasi bahwa pihaknya belum pernah melihat dokumen dimaksud. Surat itu juga tidak termasuk dalam kumpulan berkas Epstein yang dirilis pemerintah Amerika Serikat pada awal tahun ini.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |