Aktivis 98 Kecam Pernyataan Amien Rais soal Skandal Moral, Dinilai Bikin Gaduh dan Pecah Belah Bangsa

1 hour ago 2

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 02, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Aktivis 98 Kecam Pernyataan Amien Rais soal Skandal Moral, Dinilai Bikin Gaduh dan Pecah Belah Bangsa
Amien Rais.

PEWARTA.CO.ID — Pernyataan politikus senior Amien Rais terkait dugaan skandal moral menuai protes dari kalangan Aktivis 98. Ucapan tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Aktivis 98 asal Yogyakarta, Supriyanto, menyampaikan kritik keras terhadap video pendek yang diunggah Amien Rais di kanal media sosial pribadinya pada Kamis (30/4/2026). Video tersebut berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”.

Dalam keterangannya pada Sabtu (2/5/2026), Supriyanto yang akrab disapa Antok Gajah menilai isi pernyataan Amien Rais tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan cenderung mengarah pada penyebaran hoaks.

Menurutnya, narasi yang dibangun Amien Rais justru berpotensi menjadi intrik politik yang tidak pantas serta merusak kredibilitasnya sendiri sebagai tokoh intelektual.

“Justru kami sangat menyayangkan tokoh yang selalu membangun citra dirinya intelektual dan moralis justru di tengah situasi bangsa yang banyak menghadapi tantangan memberikan pernyataan yang sangat tidak intelektual,” ujarnya dalam siaran persnya.

Antok menilai pernyataan tersebut dapat memecah belah masyarakat dan memperkeruh situasi politik nasional. Ia juga menyebut narasi yang disampaikan Amien Rais seolah menyerang martabat Presiden Prabowo Subianto tanpa didukung fakta yang valid.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah memang merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan berdasarkan data, argumen, dan analisis yang jelas.

“Sebagai aktivis Gerakan mahasiswa 1998 di Yogyakarta yang terlibat dalam pengorganisasian aksi-aksi demontrasi melawan rezim otoriter Orde Baru, saya sangat menyayangkan ucapan Amien Rais,” tegasnya.

Antok mengatakan kritik yang sehat tidak boleh berubah menjadi serangan personal yang hanya membangun stigma dan persepsi tanpa pembuktian.

“Ketika kritik mulai kehilangan pijakan itu, ia cenderung mencari jalan pintas, menyerang pribadi. Labelisasi, stigma, dan insinuasi menjadi alat untuk membangun persepsi publik tanpa perlu membuktikan substansi,” ungkap Antok.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga kualitas ruang publik dalam demokrasi agar tetap diisi oleh pertukaran gagasan, bukan kebisingan politik.

“Jika serangan personal dianggap wajar, maka ruang kritik akan dipenuhi oleh kebisingan, bukan argumentasi. Dan ketika itu terjadi, demokrasi kehilangan esensinya sebagai arena pertarungan gagasan,” terang Antok.

Meski demikian, Antok menegaskan dirinya tetap mendukung kritik terhadap kekuasaan selama dilakukan secara bermartabat dan fokus pada kebijakan, bukan menyerang kehidupan pribadi seseorang.

“Pak Amien Rais silahkan mencari panggung dan mencari perhatian boleh saja tetapi jangan membangun narasi yang dapat menimbulkan kegaduhan publik dan memecah belah bangsa, serta melanggar UU ITE,” tegas Antok.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |