Ketum Logis 08 Bela Seskab Teddy, Kecam Pernyataan Amien Rais soal Kedekatan dengan Prabowo

1 day ago 18

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 02, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Ketum Logis 08 Bela Seskab Teddy, Kecam Pernyataan Amien Rais soal Kedekatan dengan Prabowo
Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo. (Foto: Dok. JPNN)

PEWARTA.CO.ID — Ketua Umum (Ketum) Logis 08 Anshar Ilo melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Amien Rais yang menyinggung hubungan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pernyataan Amien Rais sebelumnya disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya. Video tersebut ramai diperbincangkan publik setelah Amien merespons viralnya tayangan perayaan ulang tahun Seskab Teddy di Paris pada 14 April 2026 lalu.

Anshar Ilo menilai narasi yang dibangun Amien Rais berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia juga menyebut tudingan tersebut tidak memiliki dasar fakta yang jelas.

"Pernyataan tersebut sangat berbahaya dan sarat muatan fitnah. Narasi yang dibangun tidak memiliki dasar fakta serta merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara dan memprovokasi kegaduhan publik," ujar Anshar Ilo dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, ucapan tersebut bukan lagi sebatas kritik politik biasa, melainkan sudah mengarah pada serangan personal yang dapat memicu perpecahan.

“Ini bukan sekadar kritik, tapi sudah masuk pada upaya pembunuhan karakter yang bisa memicu perpecahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Anshar juga memastikan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan berada di garis depan dalam menjaga stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan Logis 08 tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan.

“Logis 08 akan selalu pasang badan untuk Presiden Prabowo dan Seskab Teddy apabila ada pihak-pihak yang mengusik stabilitas pemerintahan. Kami tidak akan membiarkan narasi-narasi yang tidak berdasar merusak kepercayaan publik,” tegas Anshar Ilo.

Selain itu, Anshar mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial maupun ruang digital. Ia meminta publik tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ruang demokrasi harus diisi dengan gagasan dan kritik yang membangun, bukan dengan fitnah dan serangan personal yang justru merusak persatuan bangsa,” ujar Anshar Ilo.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |