Hujan Meteor June Bootids Diprediksi Capai Puncak Pekan Depan, Ini Waktu Terbaik untuk Mengamatinya

10 hours ago 9

Hujan Meteor June Bootids diprediksi capai puncak pekan depan. Simak waktu terbaik mengamatinya dan potensi lonjakan meteor di langit malam Indonesia.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, Juni 23, 2026

Hujan Meteor June Bootids Diprediksi Capai Puncak Pekan Depan, Ini Waktu Terbaik untuk Mengamatinya
Hujan Meteor June Bootids Diprediksi Capai Puncak Pekan Depan

PEWARTA.CO.ID — Fenomena langit berupa hujan meteor June Bootids diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pekan depan. Peristiwa astronomi ini kembali menjadi sorotan para pengamat langit karena karakteristiknya yang tidak mudah diprediksi dan kerap menghadirkan kejutan dalam jumlah meteor yang terlihat.

Aktivitas yang sulit ditebak

Berbeda dari hujan meteor pada umumnya yang memiliki pola lebih stabil, June Bootids dikenal sangat fluktuatif. Dalam kondisi normal, fenomena ini hanya menghasilkan sekitar satu hingga dua meteor per jam, sehingga kerap terlihat lemah di mata pengamat.

Namun, sejarah mencatat bahwa aktivitasnya bisa meningkat secara tiba-tiba. Pada tahun 1998, misalnya, hujan meteor ini pernah melonjak drastis hingga sekitar 100 meteor per jam. Sementara pada 2004, intensitasnya juga cukup tinggi dengan kisaran 20 hingga 50 meteor per jam.

Meski demikian, lonjakan tersebut tidak selalu bisa dipastikan. Pada 2010, prediksi peningkatan aktivitas sempat diperkirakan terjadi, tetapi hasil pengamatan menunjukkan jumlah meteor justru tetap rendah, yakni kurang dari 10 meteor per jam.

Asal usul dari komet periodik

June Bootids terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh komet 7P/Pons-Winnecke. Komet ini mengelilingi Matahari sekitar setiap enam tahun sekali. Saat partikel debu dari sisa lintasan komet tersebut masuk ke atmosfer Bumi, partikel akan terbakar dan menghasilkan cahaya terang yang terlihat sebagai meteor atau “bintang jatuh”.

Waktu puncak pengamatan

Berdasarkan keterangan dari American Meteor Society, periode aktif hujan meteor ini berlangsung hingga akhir Juni, dengan puncak aktivitas diperkirakan terjadi antara tanggal 20 hingga 27 Juni. Meski secara umum tergolong lemah, fenomena ini tetap menarik perhatian karena potensi lonjakan meteor yang bisa terjadi tanpa peringatan.

Titik pandang di langit malam

Bagi wilayah belahan Bumi utara, titik radian June Bootids berada di rasi bintang Boötes. Pada malam hari, area ini dapat ditemukan di arah barat hingga barat daya langit.

Agar peluang melihat meteor lebih maksimal, pengamatan disarankan dilakukan dari lokasi yang jauh dari polusi cahaya, seperti area pedesaan atau tempat terbuka. Mata juga perlu waktu sekitar 20 menit untuk beradaptasi dengan kondisi gelap agar meteor lebih mudah terlihat dan tidak terlewatkan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |