Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, April 03, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Gunung Dukono Kembali Meletus! Abu Vulkanik Membumbung 1,5 Km, Warga Diminta Waspada |
PEWARTA.CO.ID — Gunung Dukono di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 11.06 WIT.
Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari puncak gunung.
Berdasarkan laporan resmi dari petugas pengamatan gunung api, Hanhan Handayani, kolom abu yang dihasilkan dari erupsi terlihat berwarna kelabu. Intensitasnya terpantau mulai dari sedang hingga cukup tebal, dengan arah sebaran condong ke wilayah barat laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang mengarah ke barat laut,” ujar Hanhan Handayani dalam keterangannya.
Hingga laporan ini dibuat, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung. Kondisi ini menandakan bahwa gunung yang dikenal sangat aktif tersebut masih berada dalam fase erupsi berkelanjutan.
Status aktivitas Gunung Dukono
Gunung Dukono selama ini memang tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi yang terjadi secara berkala menjadi ciri khas gunung ini, sehingga pemantauan intensif terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Letusan yang terjadi kali ini bukanlah yang pertama dalam kurun waktu tertentu, melainkan bagian dari siklus aktivitas vulkanik yang sudah sering terjadi di kawasan tersebut.
Imbauan untuk masyarakat dan wisatawan
Seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area berbahaya.
Pihak berwenang menetapkan larangan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar gunung juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik. Pasalnya, arah abu dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi angin di sekitar wilayah tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Hal ini penting guna meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang dapat menyebar hingga ke pemukiman warga.



















































