Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, April 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| FIFA Undang PSSI ke Kanada, Timnas Indonesia Dapat Keuntungan di ASEAN Cup 2026? |
PEWARTA.CO.ID — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapat undangan resmi dari FIFA untuk menghadiri pertemuan penting yang akan digelar di Vancouver, Kanada, dalam waktu dekat.
Agenda tersebut disebut-sebut akan menjadi forum strategis yang melibatkan federasi sepakbola dari kawasan Asia Tenggara.
Tidak hanya Indonesia, seluruh asosiasi sepakbola di Asia Tenggara juga diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa FIFA tengah menyiapkan langkah besar terkait kompetisi regional di kawasan tersebut.
Pengamat sepakbola nasional, Ronny Pangemanan, menilai pertemuan ini berpotensi membawa keuntungan bagi Timnas Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan agenda turnamen internasional ke depan.
Bahasan format turnamen
Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu menduga salah satu agenda utama dalam pertemuan di Kanada adalah pembahasan format FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut rencananya akan berlangsung pada periode FIFA Matchday, yakni September hingga Oktober 2026.
"Ketua Umum PSSI, Pak Erick Thohir, itu sudah mengataka intinya dia diundang oleh FIFA dalam pertemuan, ada agenda rapat di Vancouver, di Kanada," jelas Bung Ropan dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis (23/4/2026).
"Di mana semua yang akan punya kesempatan di Asia Tenggara ini akan diundang semua, termasuk Indonesia. Di sanalah akan dibicarakan format seperti apa yang akan digunakan di FIFA ASEAN Cup,” imbuhnya.
Menurutnya, forum tersebut akan menjadi momen penting bagi negara-negara peserta untuk menyepakati sistem kompetisi yang akan digunakan dalam turnamen tersebut.
Potensi adopsi format seperti FIFA Arab Cup
Lebih lanjut, Bung Ropan mengungkapkan bahwa format FIFA ASEAN Cup 2026 kemungkinan akan mengadopsi konsep yang mirip dengan FIFA Arab Cup. Ia memperkirakan jumlah peserta akan mencapai 12 negara.
Jika skenario itu diterapkan, maka para peserta akan dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing berisi empat tim. Nantinya, tim-tim terbaik dari setiap grup berpeluang melaju ke fase berikutnya.
"Kalau mengacu seperti apa yang dikatakan sebelumnya di Kuala Lumpur oleh Gianni Infantino, FIFA ASEAN Cup kemungkinan akan hampir sama seperti FIFA di Arab Cup," papar Bung Ropan.
"Kalau formatnya 12 tim seperti yang diinginkan oleh FIFA, diberlakukan di FIFA ASEAN Cup ini, maka mungkin saja akan dibagi tiga grup, maka juara dan runner-up (terbaik) akan maju ke babak selanjutnya," lanjutnya.
"Itu bisa saja diambil format seperti itu. Tapi semua tergantung dalam pembahasan nantinya yang akan disepakati bersama oleh para delegasi ini yang diundang," tandasnya.
Timnas Indonesia berpeluang diuntungkan
Terlepas dari format yang akan diputuskan nanti, Bung Ropan menilai kehadiran FIFA ASEAN Cup 2026 akan memberikan keuntungan bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada kalender resmi FIFA Matchday.
Dengan demikian, pelatih John Herdman memiliki peluang besar untuk memanggil para pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Kehadiran pemain-pemain tersebut diyakini dapat memperkuat skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi internasional.
Momentum ini dinilai menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus bersaing lebih kompetitif di level Asia Tenggara.



















































