BGN Anggarkan Rp373,3 Miliar untuk Pelatihan dan Pengawasan Program Gizi 2027

1 day ago 18

BGN menyiapkan Rp373,3 miliar untuk pelatihan, standardisasi dapur, rantai pasok, serta pengawasan Program Gizi Nasional 2027.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Jumat, September 04, 2026

kepala bgn sudaryono bahas anggaran program pemenuhan gizi nasional 2027
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan alokasi anggaran kegiatan teknis non-MBG Program Pemenuhan Gizi Nasional 2027. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan anggaran Rp373,3 miliar untuk mendukung kegiatan teknis non-Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional 2027.

Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari standardisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penyaji makanan, penguatan rantai pasok, hingga pemantauan mutu dan keamanan pangan.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan alokasi tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

"Kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi sebesar Rp373,3 miliar atau 0,13 persen. Anggaran ini digunakan untuk standardisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penyaji makanan, penguatan rantai pasok, hingga pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah Indonesia," kata Sudaryono.

Hampir seluruh anggaran untuk MBG

Kegiatan teknis non-MBG tersebut merupakan bagian dari Program Pemenuhan Gizi Nasional yang secara keseluruhan memperoleh anggaran Rp232,84 triliun.

Dari total tersebut, Rp232,50 triliun atau 99,84 persen dialokasikan untuk pelaksanaan MBG, sedangkan Rp373,3 miliar atau 0,13 persen digunakan untuk kegiatan teknis non-MBG pemenuhan gizi.

Anggaran MBG mencakup penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan dengan alokasi Rp198,96 triliun.

Sementara Rp33,54 triliun diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kegiatan pendukung ikut dibiayai

BGN juga memasukkan sejumlah kebutuhan pendukung dalam pelaksanaan Program Pemenuhan Gizi Nasional.

Kegiatan tersebut mencakup dukungan sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, serta penguatan tata kelola.

Menurut Sudaryono, rangkaian alokasi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program dirancang dengan dukungan ekosistem yang lebih luas.

"Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program memberi makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional," pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |