Purbaya siapkan stimulus korban PHK, dampak El Nino, petani, dan industri untuk menjaga pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Agustus 04, 2026
![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan stimulus bagi korban PHK dan masyarakat terdampak El Nino sebagai bantalan sosial serta penguat ekonomi. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pemerintah tengah mematangkan skema stimulus bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kekeringan akibat fenomena El Nino. Langkah tersebut disiapkan sebagai upaya menjaga daya tahan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan anggaran untuk penanganan dampak El Nino sudah disiapkan. Namun, ia mengaku belum mengingat besaran dana yang dialokasikan.
"Ada tambahan dana untuk El Nino, tapi saya jumlahnya lupa. Tapi bukan khusus untuk PHK saja, itu untuk mengatasi dampak El Nino saja," ujarnya saat ditemui usai Rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Stimulus masih dalam tahap perhitungan
Purbaya belum mengungkapkan secara rinci nilai anggaran yang akan digelontorkan untuk program tersebut. Meski demikian, pemerintah memastikan stimulus tersebut disiapkan sebagai bantalan sosial bagi kelompok masyarakat yang terdampak.
Sasaran bantuan tidak hanya pekerja yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga masyarakat yang mengalami dampak kekeringan akibat El Nino, terutama petani yang menghadapi gagal panen.
"Mungkin sebagian ke sana, tapi kita belum hitung dengan detail. Tapi ada, sudah saya wacanakan dan besaran kasarnya sudah ada," lanjutnya.
APBN disiapkan menjaga pertumbuhan ekonomi
Sebelumnya, Purbaya menjelaskan bahwa stimulus tersebut merupakan salah satu instrumen APBN untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga penghujung 2026.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada pada kisaran 5,6 hingga 6 persen melalui berbagai kebijakan yang mendukung sektor riil.
Insentif kendaraan listrik hingga akses pendanaan industri
Selain menyiapkan stimulus sosial, pemerintah juga merancang sejumlah insentif ekonomi. Program tersebut mencakup pemberian insentif bagi kendaraan listrik serta perbaikan akses pembiayaan bagi industri berorientasi ekspor yang menyerap banyak tenaga kerja.
"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaiki tadi akses pendanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor seperti tekstil, furnitur, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat supaya mereka punya akses pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)," kata Purbaya (12/5/2026).
Purbaya juga menyebut Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memiliki kapasitas pendanaan yang cukup besar. Namun, menurutnya, potensi tersebut hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembiayaan sektor industri.



















































