Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, April 28, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Prabowo Instruksikan Seluruh Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Dirawat dan Dapat Kompensasi |
PEWARTA.CO.ID — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur akan mendapatkan penanganan terbaik serta kompensasi dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo usai menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. Dalam kesempatan itu, ia memastikan kondisi para korban terus dipantau dan ditangani secara maksimal oleh tenaga medis.
“Sebagian sudah ada yang pulang. Kalau tidak salah, masih sekitar total 60 ya? 54 orang, dan hampir semuanya sudah ditangani dengan baik," kata Prabowo.
Presiden menyebut, sejumlah korban sudah diperbolehkan kembali ke rumah setelah menjalani perawatan. Sementara itu, korban yang masih dirawat tetap mendapatkan perhatian penuh dari pihak rumah sakit.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada seluruh korban terdampak dalam insiden tersebut.
“Pokoknya semuanya diurus. Ya, nanti semuanya ada kompensasinya,” ujar Prabowo.
Selain memastikan penanganan korban, Prabowo turut menyampaikan rasa duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia juga telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan investigasi guna mengungkap penyebab kecelakaan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 14 orang. Selain itu, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, hingga proses evakuasi berlangsung, masih terdapat tiga orang yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
Bobby menjelaskan bahwa proses evakuasi memakan waktu cukup lama dan telah berlangsung selama sekitar delapan jam. Ia menekankan bahwa tim di lapangan mengutamakan keselamatan dalam setiap langkah evakuasi.
"Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali. Nanti Kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi para korban." pungkas Prabowo.



















































