Pelaku Bersenjata di Gala Koresponden Gedung Putih Didakwa Pasal Percobaan Pembunuhan Trump

7 hours ago 7

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Selasa, April 28, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Pelaku Berpistol di Gala Koresponden Gedung Putih Didakwa Pasal Percobaan Pembunuhan Trump
Pelaku Bersenjata di Gala Koresponden Gedung Putih Didakwa Pasal Percobaan Pembunuhan Trump

PEWARTA.CO.ID — Seorang pria bersenjata yang diduga berupaya menerobos pengamanan dalam acara Gala Koresponden Gedung Putih atau White House Correspondents’ Dinner kini menghadapi dakwaan serius.

Ia disebut mencoba melakukan aksi pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pria tersebut diidentifikasi sebagai Cole Allen (31), seorang guru asal California. Ia diamankan aparat pada Sabtu (25/4/2026) setelah gagal memasuki area acara yang dijaga ketat.

DIBERITAKAN SEBELUMNYA!

Trump Dievakuasi Usai Terdengar Tembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih

Kronologi penangkapan

Menurut keterangan resmi, saat ditangkap Allen membawa sejumlah senjata berbahaya. Di antaranya senapan pompa kaliber .12, pistol semi-otomatis kaliber .38, serta tiga bilah pisau. Keberadaan senjata tersebut memperkuat dugaan bahwa aksinya telah direncanakan.

Penangkapan berlangsung sebelum tersangka berhasil menembus lokasi utama acara, sehingga potensi ancaman dapat segera dihentikan oleh petugas keamanan.

Dakwaan berat dari jaksa federal

Jaksa federal pada Senin (27/4/2026) secara resmi mengajukan sejumlah dakwaan terhadap Allen. Ia didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap presiden, pengangkutan senjata lintas negara bagian, serta penggunaan senjata api dalam tindak kekerasan.

Hingga saat ini, tersangka belum memberikan pernyataan pembelaan di hadapan pengadilan.

Hakim Magistrat AS, Matthew Sharbaugh, memutuskan bahwa Allen harus tetap ditahan selama proses hukum berlangsung. Sidang lanjutan dijadwalkan pada Kamis (30/4/2026) untuk menentukan kemungkinan pembebasan praperadilan. Sementara sidang pendahuluan ditetapkan berlangsung pada 11 Mei mendatang.

MASIH TERKAIT!

Pelaku Penembakan di Acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih Ditangkap, Ini Tampangnya

Tidak sempat mendekati Presiden

Meski didakwa mencoba membunuh presiden, pihak kejaksaan menegaskan bahwa tersangka tidak pernah berada dalam jarak yang membahayakan bagi Trump.

Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menjelaskan bahwa sistem keamanan berlapis membuat upaya tersebut tidak pernah mendekati target.

“Orang ini berada satu lantai di atas ruang pertemuan, dengan ratusan agen federal di antara dia dan Presiden AS,” katanya dalam konferensi pers setelah sidang pengadilan, sebagaimana dilansir RT.

Investigasi tembakan masih berlangsung

Dalam insiden tersebut, sempat terjadi tembakan yang melibatkan aparat penegak hukum. Namun hingga kini, detail mengenai pelaku penembakan terhadap agen United States Secret Service masih belum diungkap secara pasti.

Blanche menyebutkan bahwa analisis balistik masih dalam tahap pendalaman.

“Tampaknya ada lima tembakan yang dilepaskan oleh penegak hukum,” katanya. “Kami percaya, seperti yang diuraikan dalam pengaduan, bahwa terdakwa sempat menembakkan senapan. Namun, terkait hasil balistik yang tepat, saya tidak akan menyampaikannya hari ini.”

Manifesto dan motif tersangka

Motif aksi Allen juga mulai terungkap melalui sebuah manifesto yang diduga ditulis olehnya. Dokumen tersebut pertama kali dipublikasikan oleh New York Post.

Dalam tulisan tersebut, Allen disebut memiliki niat untuk membunuh sejumlah pejabat pemerintahan. Ia bahkan menempatkan Trump sebagai target utama dengan menyebutnya sebagai “pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat.”

Kasus ini masih terus berkembang seiring penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas federal AS.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |