Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak di Jakarta

6 hours ago 6

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Mei 01, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak di Jakarta
Populasi ikan sapu-sapu di Jakarta menjadi sorotan. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta disebut semakin tidak terkendali. Fenomena ini mendapat perhatian dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengungkap penyebab utama ledakan jumlah ikan invasif tersebut.

Peneliti ahli muda BRIN, Triyanto, menjelaskan bahwa dalam konsep ekologi, keseimbangan populasi suatu spesies sangat dipengaruhi keberadaan predator alami di habitatnya. Ketika rantai makanan terganggu atau predator tidak mampu mengendalikan populasi, maka spesies tertentu bisa berkembang secara masif dan mendominasi ekosistem.

Populasi ikan sapu-sapu meledak

Menurut Triyanto, ikan sapu-sapu kini berkembang pesat karena minimnya predator alami yang mampu menekan jumlah populasinya di perairan Indonesia, khususnya Jakarta.

"Populasi predator alaminya harus seimbang juga yang mampu bisa mengontrol si ikan sapu-sapu ini," kata Triyanto di kantor BRIN, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti keseimbangan populasi antara serigala dan domba di alam liar. Jika predator berkurang atau tidak efektif, maka populasi mangsa akan meningkat tanpa kendali dan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan.

Selain itu, Triyanto menilai ikan sapu-sapu memiliki karakteristik unik sebagai spesies nonasli Indonesia. Faktor tersebut membuat mekanisme alami ekosistem di dalam negeri tidak cukup efektif untuk membatasi pertumbuhan populasinya.

"Menurut saya ya, karena dia memang bukan asli di Indonesia dan punya karakter unik, tetap harus ada campur tangan manusia sebagai manajerialnya," ucapnya.

Ia menegaskan, pengendalian ikan sapu-sapu perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan terukur. Triyanto juga menilai langkah pemusnahan massal bukan solusi terbaik dalam menangani persoalan tersebut.

Sebaliknya, BRIN lebih mendorong metode pengendalian melalui penangkapan rutin yang dilakukan secara konsisten dan berbasis pengelolaan konservatif.

"Lebih baik kita secara konservatif tapi terukur dan presisi dalam mengendalikan ikan sapu-sapu ini. Saya kurang setuju dengan pemusnahan. Alangkah bijaknya penanganan melalui penangkapan yang rutin," tutur Triyanto.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |