Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Mei 01, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Di hadapan puluhan ribu buruh di aksi May Day 2026, Prabowo menyebut Indonesia masih aman saat negara-negara lain tengah menghadapi krisis energi dan pangan. |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kondisi Indonesia masih berada dalam situasi yang relatif aman meski dunia saat ini tengah menghadapi gejolak global yang memicu krisis energi hingga pangan di berbagai negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menilai banyak negara mulai mengalami kepanikan akibat ketidakpastian global, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi. Namun, menurutnya, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan tersebut.
"Saudara-saudara, perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik, kita masih aman, kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman," ujarnya Prabowo dalam peringatan May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia dalam beberapa tahun mendatang dapat mencapai kemandirian energi, termasuk swasembada bahan bakar minyak (BBM).
"Berapa tahun lagi kita tidak lama lagi kita akan swasembada BBM, swasembada energi," janjinya.
Target swasembada energi 2029
Sebelumnya, Prabowo telah menetapkan target Indonesia mampu mencapai swasembada energi pada akhir 2029. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak lebih cepat agar target tersebut dapat direalisasikan lebih awal.
Ia optimistis cita-cita tersebut bisa dicapai karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah adalah memastikan seluruh potensi tersebut dikelola secara maksimal dan tepat sasaran.
Indonesia dinilai punya ketahanan energi kuat
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia di tengah situasi geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi internasional.
"Di tengah (kondisi) geopolitik itu melahirkan ketidakpastian terhadap seluruh pasokan energi global. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabenenya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Bahlil menjelaskan penilaian tersebut merujuk pada laporan Eye on the Market yang diterbitkan oleh JPMorgan Chase & Co. melalui divisi asset management mereka.
Laporan itu menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar di dunia yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi global. Dalam hasil kajian tersebut, Indonesia berada di posisi kedua setelah Afrika Selatan, serta berada satu tingkat di atas Tiongkok.
Menurut Bahlil, Indonesia dinilai cukup tangguh menghadapi ancaman krisis energi karena memiliki kapasitas produksi minyak dan gas bumi yang besar di dalam negeri. Selain itu, cadangan serta produksi batu bara nasional juga masih mampu menopang kebutuhan domestik.
Tak hanya itu, potensi energi baru dan terbarukan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional pada masa mendatang.



















































