Dahnil Anzar ancam polisikan Kiswinar setelah tudingan plat bodong Vespa. Data STNK kemudian menjadi sorotan pengguna Threads.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Minggu, Agustus 23, 2026
![]() |
| Dahnil Anzar Simanjuntak dan Kiswinar terlibat polemik di media sosial terkait plat Vespa. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Polemik antara Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dan content creator Kiswinar di media sosial berkembang menjadi ancaman laporan polisi. Persoalan bermula dari sindiran Kiswinar mengenai plat Vespa yang dikendarai Dahnil dengan nomor B 6008 DAS.
Kiswinar sebelumnya menyinggung Dahnil setelah sang wakil menteri membalas unggahannya di Threads. Dalam percakapan tersebut, Kiswinar mempertanyakan status plat kendaraan yang terlihat pada Vespa milik Dahnil.
Dahnil kemudian menilai tudingan tersebut sebagai fitnah dan menyatakan akan membawa persoalan itu ke jalur hukum. Pernyataannya mendapat ribuan respons dari pengguna media sosial, termasuk komentar dari musisi Lembu Wiwiro Jati dan pengacara Rudy Iskandar Zulkarnain.
Polemik bermula dari unggahan Vespa
Perseteruan tersebut bermula ketika Kiswinar menyindir aktivitas Dahnil sebagai wakil menteri dengan menyinggung foto sang pejabat yang mengendarai Vespa hanya dengan satu spion.
Dahnil membalas sindiran tersebut dengan komentar, "Iya Mas, sibuk. Salam hormat."
Balasan itu kemudian dijawab Kiswinar dengan mengunggah foto Dahnil saat mengendarai Vespa berwarna biru muda. Dalam unggahannya, Kiswinar menyoroti nomor polisi B 6008 DAS yang terpasang pada kendaraan tersebut.
“Saking sibuknya sampai plat vespa saja bodong ya Nil. Sekelas wakil menteri haji dan umrah loh Nil. Masa iya enggak mampu sih Nil? Ck ck ck Nil, Nil, gaya lo Nil,” ujar Kiswinar dalam caption utasnya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi titik persoalan. Dahnil menilai tudingan mengenai plat bodong sebagai fitnah yang harus dipertanggungjawabkan.
Dahnil Anzar ancam laporkan Kiswinar
Dahnil secara terbuka menyatakan akan melaporkan Kiswinar kepada polisi. Ia juga meminta pernyataan yang disampaikan di media sosial tersebut dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Mas, fitnah Anda ini saya laporkan secara resmi ya. Silakan dipertanggungjawabkan secara hukum, sebagai pembelajaran bagi Anda dan banyak pihak yang terbiasa ringan menebar fitnah dan benci," ujar Dahnil.
Pernyataan tersebut kemudian memicu ribuan respons di Threads. Unggahan terkait polemik itu disebut mendapat sekitar 3.000 komentar.
Salah satu yang ikut menanggapi adalah Lembu Wiwiro Jati. Personel Club Eighties tersebut justru menyarankan Dahnil tidak terlalu terbawa emosi ketika menghadapi percakapan di media sosial.
"Kalau main Thread, enggak usah baper lah. Santai saja kayak naik Pespa. Bentar bentar lapor. Antum ini pembina upacara?" sindir Lembu.
Pengacara ikut menanggapi polemik
Polemik tersebut juga mendapat perhatian dari pengacara Rudy Iskandar Zulkarnain melalui akun Threads @bangpenadi. Ia bahkan menawarkan diri menjadi pengacara Kiswinar apabila persoalan tersebut benar-benar dibawa ke jalur hukum.
“Tuntut saja Kiswinar, biar nanti gue yang jadi pengacaranya. Awas nanti rahasia Anda sebenarnya siapa bakal terbongkar juga. Sok pencitraan, padahal kami juga tahu dapurmu. Hadeehhhh!"
Dalam komentarnya, Rudy juga menyebut Dahnil sebagai pejabat publik yang dinilainya antikritik. Pernyataan tersebut merupakan respons pribadi terhadap polemik yang berkembang di media sosial.
Data STNK Vespa Dahnil ikut disorot
Setelah Dahnil menyatakan akan melaporkan Kiswinar, pembahasan di Threads kemudian bergeser pada status kendaraan dengan nomor B 6008 DAS.
Sejumlah pengguna media sosial mengklaim telah memeriksa data terkait STNK kendaraan tersebut. Salah satunya akun @gielank yang menyebut dokumen dengan nomor tersebut baru didaftarkan pada 21 Agustus 2026 pukul 09.59 WIB.
Menurut unggahan tersebut, status dokumen kendaraan disebut telah mati sejak 2014 sebelum kembali didaftarkan. Informasi ini kemudian menjadi bahan pembahasan baru di tengah polemik antara Dahnil dan Kiswinar.
Klaim serupa disampaikan akun @yosuabati yang menyebut pendaftaran STNK dilakukan pada hari yang sama ketika Kiswinar menyinggung status plat Vespa tersebut.
"Nih, saya bantu check ya. Tanggal STNK memang 21 Agustus 2026. Jadi benaran baru dibuat Jumat kemarin. Wakakaka," ujar pengguna tersebut.
Meski demikian, data yang beredar melalui unggahan pengguna Threads tetap perlu dibedakan dari keterangan resmi mengenai status kendaraan. Dalam polemik seperti ini, klaim dari akun media sosial tidak dengan sendirinya menjadi keputusan atau konfirmasi resmi dari instansi berwenang.
Polemik media sosial dan risiko hukum
Persoalan Dahnil Anzar dan Kiswinar menunjukkan bagaimana sebuah sindiran di media sosial dapat berkembang menjadi sengketa yang berpotensi masuk ke ranah hukum. Pernyataan mengenai seseorang, termasuk tudingan terkait suatu pelanggaran, memiliki konsekuensi yang berbeda ketika disampaikan di ruang publik dan mendapat perhatian luas.
Di sisi lain, status kendaraan yang kemudian menjadi bahan perdebatan juga perlu dilihat berdasarkan data yang dapat diverifikasi. Kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran sebaiknya tidak hanya didasarkan pada unggahan, komentar, maupun informasi yang beredar di Threads.
Hingga informasi dalam sumber ini, Dahnil Anzar telah menyatakan akan melaporkan Kiswinar karena menganggap tudingan tersebut sebagai fitnah. Sementara itu, pengguna media sosial terus memperdebatkan status STNK Vespa dengan nomor B 6008 DAS berdasarkan data yang mereka klaim telah diperiksa.



















































