Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Februari 09, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Video Viral Ambon Seret Gilcan Picu Kehebohan, Publik Desak Polisi Segera Bertindak |
PEWARTA.CO.ID — Warganet di Ambon tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menyeret nama seorang perempuan yang dikenal sebagai Gilcan.
Konten Gilcan menjadi perbincangan luas warganet di wilayah tersebut dan memicu keresahan masyarakat.
Video viral Ambon itu menyebar cepat melalui berbagai platform, mulai dari Facebook hingga TikTok.
Banyak pihak menilai isi video tersebut bersifat sensitif dan tidak pantas untuk dikonsumsi publik, terutama karena diduga melibatkan anak di bawah umur.
Kondisi ini membuat masyarakat mendesak aparat kepolisian agar segera turun tangan. Desakan tersebut muncul seiring kekhawatiran atas dampak sosial yang ditimbulkan, termasuk terhadap generasi muda di Kota Ambon.
Praktisi hukum asal Ambon, Jack Wenno, turut angkat suara terkait polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam dan harus mengusut tuntas penyebaran video tersebut.
“Polisi harus bertindak cepat dan profesional. Ini persoalan serius karena menyangkut perlindungan anak, etika, dan ketertiban umum,” kata Wenno dikutip dari Siwalima.id di Ambon, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Wenno, jika benar terdapat anak di bawah umur dalam video tersebut, maka perkara ini bukan sekadar pelanggaran norma, melainkan sudah masuk ranah pidana.
Ia menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat, baik pembuat maupun penyebar, wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Jika benar ada anak di bawah umur yang terlibat, maka semua pihak yang terkait, mulai dari perekam hingga penyebar, wajib diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Lebih jauh, Wenno mengingatkan bahwa penyebaran video viral Ambon ini dapat membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan generasi muda. Ia menilai, konten semacam ini berpotensi menjadi preseden buruk jika tidak segera ditangani secara serius.
“Video seperti ini jangan dijadikan contoh. Angka HIV/AIDS di Ambon cukup tinggi. Bila tidak dicegah, ini bisa berdampak buruk pada kesehatan dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Tak hanya mendorong penindakan hukum, Wenno juga meminta pemerintah daerah untuk mengambil langkah preventif. Ia menyarankan agar Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat memperkuat edukasi tentang moral, literasi digital, dan kesehatan reproduksi.
“Langkah preventif harus diperkuat. Edukasi, pendampingan, dan pengawasan perlu ditingkatkan agar anak-anak tidak terjerumus ke pergaulan bebas dan penyalahgunaan media sosial,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskan video tersebut. Menurutnya, tindakan membagikan ulang konten sensitif hanya akan memperparah situasi dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis terhadap pihak yang terlibat.
“Stop sebar, laporkan ke aparat. Mari kita jaga masa depan generasi muda Maluku,” ajaknya.
Reaksi serupa juga datang dari warga Kota Ambon. Mereka menilai keberadaan video tersebut sangat meresahkan, apalagi sejumlah foto yang diduga terkait dengan para pemeran dan perekam sudah tersebar luas di media sosial.
“Kami minta polisi segera menangkap pelaku penyebar video ini. Foto-fotonya jelas terpampang di media sosial,” kata Ririn, warga Kota Ambon.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus video viral Ambon tersebut.
Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara transparan dan profesional demi menjaga ketertiban serta melindungi generasi muda dari dampak negatif penyalahgunaan media sosial.



















































