Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Februari 08, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Update Harga Pangan Nasional Terbaru Jelang Ramadhan: Cabai Turun Tajam, Beras Lokal Naik |
PEWARTA.CO.ID — Pergerakan harga pangan nasional mulai terlihat sepekan menjelang Ramadhan. Sejumlah komoditas strategis mengalami koreksi harga, meski beberapa jenis lainnya justru mencatat kenaikan.
Berdasarkan pembaruan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Minggu (8/2/2026) pukul 09.30 WIB, tren penurunan harga mendominasi berbagai komoditas pokok. Namun, dinamika pasar tetap menunjukkan fluktuasi pada sejumlah bahan pangan tertentu.
Harga beras beragam, lokal justru naik
Komoditas beras menunjukkan variasi harga. Beras premium tercatat turun 1,47 persen menjadi Rp15.418 per kilogram. Sementara beras medium mengalami penurunan 0,89 persen ke level Rp13.262 per kilogram.
Untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), harga turun tipis 0,51 persen menjadi Rp12.395 per kilogram. Beras medium non-SPHP juga terkoreksi 0,62 persen ke angka Rp13.841 per kilogram.
Namun berbeda dengan jenis lainnya, beras khusus lokal justru mengalami kenaikan 2,10 persen dan kini berada di harga Rp16.016 per kilogram.
Jagung hingga cabai kompak turun
Penurunan harga juga terjadi pada komoditas pangan lainnya. Jagung turun cukup signifikan sebesar 4,47 persen menjadi Rp6.605 per kilogram. Kedelai biji kering impor ikut terkoreksi 1,78 persen menjadi Rp10.711 per kilogram.
Harga bawang merah tercatat turun 4,88 persen ke angka Rp38.747 per kilogram. Bawang putih juga melemah 3,13 persen menjadi Rp37.549 per kilogram.
Sektor hortikultura terutama cabai mengalami penurunan cukup tajam. Cabai merah keriting turun 5,11 persen menjadi Rp38.940 per kilogram. Cabai merah besar bahkan merosot 8,75 persen ke level Rp35.241 per kilogram. Sementara cabai rawit merah turun 1,36 persen menjadi Rp66.626 per kilogram.
Daging, telur, dan gula ikut terkoreksi
Komoditas protein hewani turut menunjukkan tren penurunan. Daging sapi murni turun 0,88 persen menjadi Rp135.384 per kilogram. Daging ayam ras terkoreksi 2,13 persen menjadi Rp38.870 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan 1,71 persen dan kini berada di angka Rp30.058 per kilogram.
Sementara itu, gula konsumsi turun 1,32 persen menjadi Rp17.985 per kilogram.
Minyak goreng dan tepung mengalami penurunan
Di sektor minyak goreng, harga minyak kemasan turun 1,06 persen menjadi Rp20.897 per liter. Minyak goreng curah juga melemah 1,28 persen menjadi Rp17.493 per liter. Produk Minyakita turun 2,04 persen menjadi Rp17.058 per liter.
Untuk tepung terigu, jenis curah turun 3,37 persen menjadi Rp9.411 per kilogram. Sedangkan tepung terigu kemasan terkoreksi 2,51 persen ke angka Rp12.606 per kilogram.
Harga ikan dan daging kerbau bervariasi
Pada komoditas perikanan, ikan kembung mengalami kenaikan tipis 0,45 persen menjadi Rp45.570 per kilogram. Ikan tongkol juga naik 0,29 persen ke harga Rp37.468 per kilogram. Berbeda dengan keduanya, ikan bandeng justru turun 3,01 persen menjadi Rp35.809 per kilogram.
Untuk daging kerbau, jenis beku tercatat turun cukup signifikan sebesar 4,43 persen menjadi Rp106.184 per kilogram. Namun daging kerbau segar lokal naik 1,26 persen menjadi Rp142.500 per kilogram.
Pergerakan harga pangan nasional jelang Ramadhan ini menjadi perhatian penting, mengingat peningkatan konsumsi masyarakat biasanya terjadi pada periode tersebut.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus memantau dinamika harga guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.



















































