BMKG Peringatkan Lonjakan Hotspot Karhutla, Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

9 hours ago 9

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, April 11, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

BMKG Peringatkan Lonjakan Hotspot Karhutla, Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang
Ilustrasi. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Dok. Sergiu Rusu's/Ist)

PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan signifikan titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026. Hal ini dipicu oleh kondisi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari biasanya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis terbaru, periode kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung sejak April hingga September dengan intensitas curah hujan yang cenderung rendah.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal, sehingga curah hujan berada pada kategori rendah. Artinya, kondisi tahun ini akan lebih kering dibandingkan normal,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dikutip dari keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Kemarau datang lebih awal dan lebih panjang

Selain curah hujan yang rendah, BMKG juga memproyeksikan musim kemarau 2026 akan dimulai lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, adanya kemungkinan penguatan fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada paruh kedua tahun ini turut menjadi faktor yang memperparah kondisi kekeringan.

BMKG mencatat bahwa sejak awal tahun hingga awal April 2026, jumlah hotspot telah melampaui angka 1.600 titik. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pengaruh fenomena ENSO terhadap curah hujan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa dinamika iklim global, terutama fenomena ENSO, menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia tahun ini.

“Pemanasan di wilayah Nino 3.4 berpotensi berkembang menjadi El Nino lemah hingga moderat, yang dapat menekan pembentukan awan hujan di Indonesia dan menyebabkan penurunan curah hujan,” jelasnya.

Ia menambahkan, periode paling rawan terhadap karhutla diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga September. Sementara itu, puncak risiko diprediksi terjadi pada Agustus hingga September, seiring meluasnya wilayah dengan curah hujan di bawah normal.

Pemanfaatan peluang hujan untuk mitigasi

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menekankan pentingnya memanfaatkan peluang hujan yang masih terjadi dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya mitigasi.

“Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah rawan, sehingga ini menjadi window of opportunity untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sebelum kondisi semakin kering,” ungkapnya.

BMKG juga terus mengoptimalkan pemantauan hotspot secara real-time dengan memanfaatkan data satelit yang diperbarui setiap lima menit. Selain itu, sistem peringatan dini berbasis indeks kerawanan karhutla turut disiapkan untuk memperkuat langkah antisipasi di lapangan.

Operasi modifikasi cuaca untuk tekan risiko karhutla

Dalam upaya pencegahan, BMKG telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas, termasuk Provinsi Riau yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menyebutkan bahwa pelaksanaan OMC di wilayah tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan curah hujan.

“Operasi modifikasi cuaca di Riau telah menghasilkan tambahan curah hujan yang signifikan, mencapai ratusan juta meter kubik, sebagai upaya pembasahan lahan untuk menekan potensi kebakaran,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa strategi penanganan karhutla saat ini lebih difokuskan pada langkah pencegahan sejak dini, salah satunya melalui pembasahan lahan atau rewetting guna meminimalkan risiko kebakaran yang lebih luas.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |