30 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, 6 Ribu di Antaranya Lansia

9 hours ago 15

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, April 27, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

30 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi, 6 Ribu di Antaranya Lansia
Jemaah haji Indonesia berusia lanjut saat berada di Tanah Suci. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat puluhan ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga akhir April 2026. Berdasarkan data terbaru, jumlah kedatangan mencapai 30.611 orang yang tergabung dalam 78 kelompok terbang (kloter).

Data tersebut dihimpun per Minggu (26/4/2026) pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS). Dari total jemaah yang tiba, sebanyak 6.172 orang di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) yang menjadi fokus perhatian dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa tingginya jumlah lansia membuat pihaknya memberikan perhatian ekstra, terutama dalam pelayanan di bandara setelah perjalanan panjang dari Tanah Air.

“Sampai hari ini, 30.611 jemaah telah tiba di Tanah Suci melalui 78 kloter. Dari jumlah itu, 6.172 di antaranya merupakan jemaah lansia. Angka ini menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang,” ujar Abdul, Senin (27/4/2026).

Layanan ramah lansia diperkuat

Untuk menunjang kenyamanan jemaah, khususnya lansia, Daker Bandara terus meningkatkan fasilitas pendukung di berbagai titik kedatangan. Sejumlah sarana tambahan disiapkan agar proses kedatangan berjalan lebih aman dan nyaman.

Fasilitas tersebut antara lain penyediaan popok (pampers) bagi lansia, mobil golf untuk mobilitas, payung sebagai pelindung dari cuaca, hingga kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan bantuan khusus.

“Ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapatkan perhatian lebih sejak tiba di bandara,” katanya.

Petugas diminta sigap dan empati

Selain fasilitas fisik, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi kunci utama dalam pelayanan. Abdul menekankan bahwa petugas di lapangan harus bekerja cepat sekaligus memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi jemaah yang beragam.

“Petugas kami diminta bekerja cepat dan peka. Ada jemaah yang mampu berjalan mandiri, ada yang perlu dituntun, dan ada yang harus segera dibantu dengan kursi roda. Semua harus dilayani dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati,” tambahnya.

Petugas juga disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari area pengambilan bagasi, pemeriksaan dokumen, hingga proses keberangkatan menuju bus yang akan membawa jemaah ke tempat tujuan.

Evaluasi layanan dilakukan setiap hari

Seiring dengan masih berlangsungnya kedatangan jemaah secara bertahap, Daker Bandara memastikan evaluasi layanan dilakukan secara rutin setiap hari. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan tetap optimal di tengah peningkatan jumlah jemaah.

“Kedatangan jemaah masih terus berlangsung. Karena itu, layanan di bandara akan kami evaluasi setiap hari. Prinsipnya, jemaah harus merasa aman, nyaman, terbantu, dan merasakan negara benar-benar hadir dalam memenuhi kebutuhan mereka,” tutupnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |