Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Januari 04, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Ribuan Praja IPDN Dikerahkan ke Aceh Tamiang, Fokus Bersihkan Area Perkantoran Pascabanjir |
PEWARTA.CO.ID — Ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Penugasan ini dilakukan atas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan fokus utama membersihkan kantor-kantor dinas agar roda pemerintahan dan layanan publik dapat segera kembali berjalan normal.
Pengiriman praja IPDN dilakukan secara bertahap. Pada kloter pertama yang diberangkatkan Sabtu (3/1/2026), sebanyak 413 praja dilepas menuju Aceh Tamiang.
Selanjutnya, kloter kedua dan ketiga dijadwalkan berangkat pada Minggu (4/1/2026) dan Senin (5/1/2026). Secara keseluruhan, jumlah praja IPDN yang ditugaskan mencapai 1.138 orang.
Mendagri lepas langsung keberangkatan Praja
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara langsung melepas keberangkatan kloter pertama. Dalam momen tersebut, Tito memberikan arahan singkat kepada para praja sebelum pesawat lepas landas.
“Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita,” ujar Tito di hadapan para taruna dalam video yang diterima, Minggu (4/1/2026).
Pelepasan praja IPDN ini juga dibagikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melalui akun Instagram resminya, @bimaaryasugiarto, yang menunjukkan suasana keberangkatan penuh semangat pengabdian.
Bima Arya dampingi Praja di lokasi
Bima Arya turut serta dalam rombongan keberangkatan menuju Aceh Tamiang. Setibanya di lokasi, ia langsung memberikan pengarahan kepada praja IPDN yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana.
“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” ucap dia.
Ia menegaskan bahwa peran praja sangat penting dalam membantu percepatan pemulihan pemerintahan daerah, terutama agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera kembali optimal.
Disambut harapan warga Aceh Tamiang
Kehadiran ratusan praja IPDN disambut hangat oleh masyarakat setempat. Warga berharap bantuan tersebut mampu mempercepat proses pemulihan pascabanjir yang masih menyisakan lumpur di berbagai titik.
“Selamat datang, Om,” kata seorang warga.
“Bantulah kami, Aceh Tamiang masih di mana-mana lumpur. Bantulah kami,” ujar warga lainnya.
Ungkapan tersebut mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap kehadiran praja IPDN dalam membantu membersihkan fasilitas pemerintahan dan lingkungan sekitar.
Praja siap bertugas di tengah lumpur
Sebanyak 413 praja yang tiba lebih awal langsung diarahkan menuju bangunan besar semi-terbuka yang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara. Di dalam bangunan tersebut, tersedia tandu-tandu lipat yang digunakan sebagai tempat tidur selama masa penugasan.
Para praja tampak berjalan menyusuri area berlumpur menuju lokasi. Beberapa di antaranya membawa bendera Merah Putih dan menancapkannya di sekitar bangunan sebagai simbol semangat pengabdian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bima Arya kembali menegaskan peran praja IPDN sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.
“Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana,’’ tutup Bima.



















































