Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Januari 04, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Komisi X DPR RI Soroti Empat Poin Penting |
PEWARTA.CO.ID — PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan rencananya Herdman akan diperkenalkan kepada publik pada Senin, 12 Januari 2026.
Penunjukan pelatih asal Inggris itu langsung mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI. Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan sejumlah catatan penting yang diharapkan menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Herdman bersama skuad Garuda.
Harapan besar untuk Timnas Indonesia
Hetifah menegaskan bahwa kehadiran John Herdman di kursi pelatih tidak semata-mata ditujukan untuk mendongkrak prestasi jangka pendek. Lebih dari itu, Komisi X berharap ada fondasi kuat bagi pembinaan sepak bola nasional yang berkelanjutan.
"Komisi X menaruh harapan besar agar kepemimpinan Herdman mampu mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding para pemain Timnas di semua level kompetisi," kata Hetifah dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas tim nasional harus dibarengi dengan perencanaan matang dan konsistensi pembinaan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
MUNGKIN ANDA SUKAI!
Daftar Agenda Timnas Indonesia Senior dan U-23 Sepanjang 2026 Bersama John Herdman
Empat catatan penting dari Komisi X DPR RI
Politisi Partai Golkar tersebut kemudian memaparkan empat poin utama yang menjadi perhatian Komisi X DPR RI terhadap pelatih anyar Timnas Indonesia.
"(Pertama), pelatih baru diharapkan mampu memaksimalkan potensi talenta muda Indonesia dan membangun kesinambungan tim nasional, bukan sekadar bergantung pada pemain siap pakai," kata Hetifah.
Catatan kedua berkaitan dengan proses seleksi pemain. Ia menekankan pentingnya objektivitas dan keadilan, baik bagi pemain lokal maupun pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Seleksi harus berbasis parameter teknis yang jelas serta dilakukan secara transparan.
Poin ketiga menyangkut perlunya sinergi antara tim nasional dengan klub-klub lokal serta sistem kompetisi domestik. Menurut Komisi X, hubungan yang sehat antara timnas, klub, dan operator liga menjadi kunci untuk meraih prestasi berkelanjutan.
"Keempat, pencarian bakat yang inklusif hingga ke daerah-daerah perlu diperkuat agar sepak bola Indonesia tidak terpusat pada wilayah tertentu, melainkan benar-benar mencerminkan potensi nasional," tandasnya.
Jangan terjebak hasil instan
Selain itu, Komisi X juga mengingatkan padatnya agenda Timnas Indonesia sepanjang 2026 agar tidak membuat pembinaan terjebak pada target hasil instan.
Evaluasi kinerja pelatih dan tim diminta dilakukan secara objektif dengan menitikberatkan pada proses serta penguatan ekosistem sepak bola nasional.
"Pada akhirnya, Komisi X DPR RI mendukung penuh langkah PSSI menghadirkan pelatih dengan reputasi global, sembari menegaskan pentingnya akuntabilitas, keberlanjutan pembinaan, dan keberpihakan pada pengembangan talenta nasional," kata Hetifah.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan sistem yang kokoh dan visi jangka panjang, bukan hanya kemenangan sesaat.
"Sepakbola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan, ia membutuhkan sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk maju secara konsisten," tutup perempuan berusia 61 tahun itu.



















































