Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Januari 04, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Gempa Vulkanik Meningkat, Status Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Awas |
PEWARTA.CO.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga awal Januari 2026 masih berada pada level tinggi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung api tersebut tetap di Level IV atau Awas, menyusul peningkatan signifikan aktivitas kegempaan dan indikasi suplai magma baru.
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa pemantauan visual menunjukkan kondisi gunung api yang bervariasi, mulai terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang.
‘’Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 21-31°C,’’ ujar Lana, Minggu (4/1/2026).
Aktivitas gempa masih tinggi
Berdasarkan catatan kegempaan periode 2–3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami aktivitas seismik yang cukup padat.
Tercatat 45 kali Tremor Non Harmonik, satu kali Gempa Low Frequency, 97 kali Gempa Vulkanik Dalam, satu kali Gempa Tektonik Lokal, serta enam kali Gempa Tektonik Jauh.
Lana mengungkapkan, lonjakan gempa vulkanik dalam mulai terdeteksi sejak 31 Desember 2025 dan masih berlanjut hingga awal Januari 2026. Meski intensitasnya tinggi, hingga kini belum terjadi erupsi.
“Terjadi kenaikan signifikan pada gempa vulkanik dalam sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 jumlah gempa ini masih tinggi, namun erupsi belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA,” bebernya.
Indikasi hambatan magma dan potensi erupsi
Menurut Lana, hasil analisis menunjukkan adanya dugaan hambatan pada saluran magma atau conduit. Kondisi tersebut berpotensi menahan material magma agar tidak segera keluar ke permukaan.
Jika tekanan di dalam tubuh gunung terus meningkat, situasi ini dapat memicu pelepasan energi secara tiba-tiba dalam bentuk erupsi. Aktivitas gempa vulkanik dalam juga disebut sangat berpengaruh terhadap kemungkinan tinggi kolom erupsi yang bisa terjadi.
Dari pemantauan visual menggunakan citra drone pada 5 Desember 2025, belum ditemukan adanya pembentukan kubah lava baru maupun aliran lava di sekitar kawah.
Deformasi dan suplai magma terpantau aktif
Selain kegempaan, aktivitas hembusan asap putih tipis hingga sedang masih terlihat keluar dari kawah dan rekahan yang mengarah ke barat laut. Kondisi ini mengindikasikan pergerakan fluida atau magma yang masih aktif.
Pengukuran deformasi menggunakan alat tiltmeter menunjukkan adanya akumulasi tekanan pada sumbu X atau arah tangensial. Sementara itu, data Global Navigation Satellite System (GNSS) juga mencatat pola inflasi di dua stasiun pemantauan, yakni WLR di sektor barat laut dan NUR di sektor timur laut, dalam dua pekan terakhir.
Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya dorongan magma baru yang masih berlangsung di dalam tubuh Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan tingkat aktivitas yang relatif tinggi dan terdapat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu terjadinya erupsi,'' ungkapnya.
''Selain itu perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan,” lanjut Lana.
Imbauan untuk warga dan wisatawan
Seiring kondisi tersebut, Badan Geologi kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya. Area yang harus dikosongkan meliputi radius enam kilometer dari pusat erupsi, serta tujuh kilometer pada sektor barat laut hingga timur laut.
Lana juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pemerintah daerah dan pihak berwenang.
“Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” pungkasnya.
Dengan status Awas yang masih diberlakukan, pemantauan intensif terhadap Gunung Lewotobi Laki-laki akan terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya.



















































