Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Mei 10, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Gejala Hantavirus Mirip Flu, Waspadai Risiko Gangguan Paru yang Bisa Mengancam Nyawa |
PEWARTA.CO.ID — Hantavirus belakangan menjadi perhatian dunia setelah disebut-sebut berpotensi memicu ancaman kesehatan serius seperti pandemi sebelumnya.
Virus langka ini diketahui dapat menimbulkan penyakit berbahaya pada manusia, terutama menyerang sistem pernapasan hingga paru-paru.
Kasus hantavirus memang tidak sebanyak penyakit menular lainnya, namun dampaknya bisa fatal apabila tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada, terutama bagi mereka yang sering berada di lingkungan dengan populasi tikus liar.
Menurut informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus yang telah terinfeksi. Penularan paling sering terjadi lewat urine, kotoran, maupun air liur hewan tersebut.
Cara penularan hantavirus
Seseorang dapat terpapar hantavirus ketika menghirup partikel udara yang sudah tercemar virus dari kotoran atau urine tikus. Risiko penularan juga dapat terjadi saat seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh area hidung atau mulut.
Dalam beberapa kondisi tertentu, gigitan tikus juga disebut bisa menjadi jalur penularan virus tersebut kepada manusia.
Karena itu, lingkungan yang kotor atau dipenuhi tikus liar menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai untuk mencegah penyebaran hantavirus.
Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu
Gejala hantavirus biasanya mulai muncul dalam rentang waktu satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus.
Pada tahap awal, tanda-tanda yang dirasakan kerap mirip flu biasa sehingga sering tidak disadari. Beberapa gejala awal yang umum muncul antara lain:
- Demam
- Tubuh mudah lelah
Nyeri otot, terutama di bagian paha, pinggul, punggung, dan bahu
Selain itu, sebagian penderita juga dapat mengalami gejala tambahan seperti:
- Sakit kepala
- Pusing
- Menggigil
- Mual dan muntah
- Diare
- Nyeri perut
Bisa berkembang menjadi gangguan paru serius
Beberapa hari setelah gejala awal muncul, kondisi penderita dapat memburuk dengan cepat. Pada fase ini, penderita biasanya mulai mengalami batuk, sesak napas, hingga dada terasa penuh akibat adanya penumpukan cairan di paru-paru.
Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yakni gangguan paru serius yang berisiko mengancam nyawa apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Masyarakat yang mengalami gejala mirip flu setelah terpapar tikus atau berada di area yang diduga terkontaminasi disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.



















































