Dunia Bereaksi Keras Atas Penangkapan Maduro oleh AS, Picu Kecaman Sekutu Venezuela hingga Pemimpin Global

1 month ago 46

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Januari 04, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Dunia Bereaksi Keras Atas Penangkapan Maduro oleh AS, Picu Kecaman Sekutu Venezuela hingga Pemimpin Global
Dunia Bereaksi Keras Atas Penangkapan Maduro oleh AS, Picu Kecaman Sekutu Venezuela hingga Pemimpin Global

PEWARTA.CO.ID — Aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya memicu gelombang kecaman dari berbagai negara di dunia.

Sejumlah sekutu dan pemimpin global menilai langkah Washington sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara berdaulat dan berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Amerika Latin.

Negara-negara seperti Rusia, China, Brasil, Kolombia, Meksiko, Malaysia, hingga Kuba secara terbuka menyuarakan penolakan mereka atas operasi militer tersebut.

Kecaman itu muncul seiring laporan penangkapan Presiden Maduro oleh pasukan elite Delta Force AS dalam sebuah operasi yang dinilai sepihak.

Rusia kutuk agresi bersenjata AS

Pemerintah Rusia menjadi salah satu pihak pertama yang menyampaikan reaksi keras. Melalui Kementerian Luar Negeri, Moskow menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan yang dilakukan AS terhadap Venezuela.

"Sebelumnya hari ini, AS melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela. Hal ini memicu keprihatinan mendalam dan kutukan," demikian pernyataan resmi Kemlu Rusia, seperti dikutip dari kantor berita TASS,’’ dikutip, Minggu (4/1/2026).

Rusia menilai tindakan tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan regional dan melanggar prinsip hukum internasional.

SIMAK JUGA!

AS Ambil Alih Minyak Venezuela Pasca Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

China terkejut dan mengutuk keras

Nada kecaman serupa juga datang dari Beijing. Pemerintah China mengaku terkejut dengan langkah militer AS yang secara terbuka menangkap kepala negara lain.

"China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China.

China menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.

Brasil nilai AS sudah kelewat batas

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan kritik tajam melalui media sosial. Ia menilai tindakan AS sebagai langkah yang tidak dapat diterima dan mengingatkan kembali sejarah kelam intervensi di kawasan Amerika Latin.

“Tindakan ini membangkitkan ingatan akan episode terburuk intervensi politik di Amerika Latin dan Karibia, serta mengancam status kawasan ini sebagai zona perdamaian,” tulis Presiden Lula melalui akun X miliknya.

Brasil menilai stabilitas kawasan dapat terancam jika praktik intervensi semacam ini terus berlanjut.

JANGAN LEWATKAN!

KBRI Ungkap Kondisi WNI Usai AS Bom Venezuela dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro

Kolombia dorong Sidang DK PBB

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengambil langkah diplomatik dengan menyerukan digelarnya pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seruan ini mendapat dukungan dari Brasil, Rusia, dan Meksiko.

Petro secara tegas menolak apa yang ia sebut sebagai agresi terhadap Venezuela, sekaligus terhadap kedaulatan negara-negara Amerika Latin secara umum.

PERLU ANDA KETAHUI!

Kenapa Amerika Serikat Menyerang Venezuela? Ini Alasan Trump Serang Caracas dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro

Malaysia tegaskan tolak campur tangan asing

Dari Asia Tenggara, Malaysia turut menyampaikan kecaman atas penggunaan kekuatan oleh AS. Pemerintah di Kuala Lumpur menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi asing dalam urusan dalam negeri negara lain.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menekankan bahwa sikap tersebut berlandaskan prinsip dasar kebijakan luar negeri negara itu, yakni menentang ancaman maupun penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.

Gelombang kecaman global ini menandai meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Amerika Serikat, sekaligus memperlihatkan kekhawatiran dunia internasional atas dampak jangka panjang dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro terhadap perdamaian dan stabilitas global.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |