Cuaca Ekstrem Landa Jabar–Jatim, Puluhan Rumah Warga Dilaporkan Rusak

1 month ago 41

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Januari 04, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Cuaca Ekstrem Landa Jabar–Jatim, Puluhan Rumah Warga Dilaporkan Rusak
Kondisi salah satu rumah warga di Tulungagung, Jawa Timur, yang rusak setelah diterjang angin kencang. (Foto: Dok. Radar Tulungagung)

PEWARTA.CO.ID — Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi dua daerah yang terdampak cukup serius dalam pemantauan bencana periode 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, terdapat dua kejadian baru yang membutuhkan perhatian khusus karena berdampak langsung pada permukiman warga dan keselamatan masyarakat.

Cuaca ekstrem rusak permukiman di Purwakarta

Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada Rabu, 31 Desember, menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

“Peristiwa ini berdampak pada 19 kepala keluarga atau 61 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (4/1/2026).

Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, menjelaskan bahwa dampak kerusakan cukup bervariasi. Tercatat dua unit rumah mengalami rusak berat, sementara 15 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Wilayah Purwakarta sendiri saat ini masih berada dalam Status Siaga Darurat Provinsi Jawa Barat yang telah ditetapkan sejak 13 September 2025 dan berlaku hingga 30 April 2026. Status tersebut berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

“Hingga laporan ini disusun, material bangunan rumah yang ambruk telah berhasil dibersihkan oleh pihak terkait bersama masyarakat setempat,” katanya.

Angin kencang terjang Tulungagung

Selain Jawa Barat, cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Angin kencang dilaporkan melanda sejumlah kawasan permukiman pada Kamis, 1 Januari, dan menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga.

Menurut data BNPB, kejadian ini berdampak pada sekitar 22 kepala keluarga. Sebanyak 22 unit rumah tercatat mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang tersebut.

Aam menambahkan bahwa Kabupaten Tulungagung saat ini juga berstatus Siaga Darurat Provinsi Jawa Timur. Status tersebut berlaku sejak 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026, seiring meningkatnya potensi bencana akibat faktor cuaca.

Saat ini, proses pembersihan material sisa dampak angin kencang telah selesai dilakukan. Kondisi wilayah yang terdampak dilaporkan mulai berangsur kondusif dan aktivitas warga kembali berjalan normal.

BNPB perkuat koordinasi dan mitigasi

BNPB memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus memperkuat upaya mitigasi guna meminimalkan risiko bencana lanjutan.

Upaya mitigasi dinilai penting mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta BPBD setempat,” imbaunya.

Dengan masih berlakunya status siaga darurat di sejumlah daerah, BNPB meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya yang dapat memicu kerusakan maupun korban jiwa.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |