Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Januari 04, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| AS Ambil Alih Minyak Venezuela Pasca Penangkapan Presiden Nicolas Maduro |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat atau AS telah mengambil alih kendali atas cadangan minyak Venezuela, negara yang dikenal memiliki simpanan minyak mentah terbesar di dunia.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai langkah agresif AS dalam mengelola kembali sektor energi Venezuela yang selama bertahun-tahun mengalami kemunduran parah.
Trump menyebut, langkah ini akan diiringi dengan masuknya perusahaan-perusahaan minyak raksasa asal AS yang siap menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar. Fokus utama investasi itu adalah membangun ulang infrastruktur minyak Venezuela yang dinilai telah rusak dan terbengkalai.
AS siapkan skema pengelolaan pasca penangkapan Maduro
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dikabarkan tengah menyiapkan rincian teknis terkait pengelolaan sektor minyak Venezuela.
Langkah tersebut dilakukan setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, yang disebut menjadi titik balik perubahan kekuasaan di negara Amerika Latin tersebut.
Trump menegaskan bahwa untuk sementara waktu, pemerintahan Venezuela akan berada di bawah pengelolaan AS demi memastikan stabilitas dan pemulihan ekonomi, terutama di sektor energi.
MASIH TERKAIT!
Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS Saat Venezuela Hadapi Krisis Ekonomi Parah
Venezuela pegang hampir seperlima cadangan minyak dunia
Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), Venezuela memiliki cadangan minyak mentah mencapai sekitar 303 miliar barel. Jumlah tersebut setara dengan hampir 20 persen dari total cadangan minyak dunia dan bahkan melampaui Arab Saudi.
Kekayaan sumber daya alam ini dinilai akan menjadi kunci masa depan Venezuela, sekaligus mengubah peta energi global jika produksi dapat kembali berjalan optimal.
Trump janjikan investasi besar-besaran
Meski dampak langsung terhadap harga minyak global belum dapat dipastikan—terutama karena pasar komoditas tengah tutup akhir pekan—Trump menegaskan keseriusan langkah AS dalam memulihkan industri minyak Venezuela.
"Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar AS, yang terbesar di dunia untuk masuk, mengucurkan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah," ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago dikutip dari CNN Internasional, Minggu (4/1/2026).
Menurut Trump, keterlibatan perusahaan minyak Amerika akan mempercepat pemulihan produksi sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan energi Barat yang selama ini tertutup aksesnya ke Venezuela.
PERLU ANDA BACA!
Dampak global dan tantangan pemulihan
Jika berhasil, pemulihan sektor minyak Venezuela berpotensi menjadikan negara tersebut sebagai pemasok minyak utama dunia. Hal ini juga diyakini dapat membantu menjaga stabilitas harga minyak global.
Namun demikian, harga minyak yang terlalu rendah dikhawatirkan justru menekan minat produksi sejumlah perusahaan energi domestik AS. Selain itu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Meski akses internasional ke Venezuela diprediksi akan kembali dibuka secara luas, para analis menilai dibutuhkan waktu bertahun-tahun serta biaya yang sangat besar untuk mengaktifkan kembali ladang-ladang minyak yang terbengkalai.
Infrastruktur usang dan biaya fantastis
Perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, sebelumnya mengungkapkan bahwa sebagian besar jaringan pipa minyak mereka belum pernah diperbarui selama sekitar 50 tahun. Untuk mengembalikan produksi ke level tertingginya, PDVSA memperkirakan dibutuhkan dana hingga USD 58 miliar.
Kondisi infrastruktur yang usang ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya kebangkitan sektor minyak Venezuela.
RELEVAN DIBACA!
KBRI Ungkap Kondisi WNI Usai AS Bom Venezuela dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro
Analis sebut momen bersejarah
Langkah AS mengambil alih pengelolaan minyak Venezuela mendapat perhatian luas dari para pelaku pasar energi global. Salah satunya datang dari analis senior Price Futures Group.
"Bagi sektor minyak, ini bisa menjadi peristiwa bersejarah," kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group.
Ia juga menilai kerusakan industri minyak Venezuela tidak lepas dari kepemimpinan sebelumnya. "Rezim Maduro dan Hugo Chavez pada dasarnya telah merampok industri minyak Venezuela," tutupnya.
Dengan cadangan minyak yang begitu besar dan keterlibatan langsung AS, masa depan sektor energi Venezuela kini berada di persimpangan jalan, antara peluang kebangkitan besar atau tantangan panjang yang penuh risiko.



















































